Low Pressure Filter (LPF)

halaman 2 dari 3

Membuat Wadah Air Kotor

Pada produk filter air siap minum, air yang masuk ke dalam filter dikerjakan oleh manusia. Jumlah air yang diisikan, dibatasi oleh ukuran wadah yang telah disediakan (wadah air kotor). Proses pengisian air ini dihentikan saat setelah wadah dipenuhi dengan air.

Karena hendak meniru mekanisme yang sama dari proses mengisikan air tersebut, berarti saya harus membuat satu cara untuk mengatur aliran air PAM selama saat pengisian air ke dalam Tabung-Filter. Aliran air harus tetap terbuka sebelum memenuhi Tabung-Filter, dan harus ditutup setelah penuh.

Jika sebelumnya saya menggunakan pelampung-analog (ball tap) untuk mengatur buka-tutup aliran air PAM berdasarkan ketinggian permukaan air di luar Tabung-Filter (bak penampung), maka kini harus dicari penggantinya yang bisa bekerja mengatur buka-tutup air berdasarkan ketinggian permukaan air di dalam Tabung-Filter.

Satu-satunya perangkat yang memiliki konsep kerja seperti pelampung-analog dan memenuhi kriteria untuk bisa dipasang di dalam pipa paralon berdiameter 6″ adalah keran-berpelampung (float valve).

Setelah berhasil mendapatkan keran-berpelampung, saya pun memasangkan nya di dalam Tabung-Filter pertama.

Air PAM yang mengalir secara bertahap memenuhi Tabung-Filter, akan ditanggapi juga oleh float-valve secara bertahap. Ketika permukaan air dalam Tabung-Filter menyentuh pelampung float-valve, otomatis aliran air akan diperkecil hingga akhirnya dihentikan sepenuhnya setelah mencapai posisi ketinggian float-valve dalam Tabung-Filter.

Apapun yang membuat air dalam Tabung-Filter terisi penuh, baik itu disebabkan karena tingkat konsentrasi kepadatan kotoran hasil penyaringan atau karena naiknya permukaan air yang ada di luar filter, akan diperlakukan secara sama oleh float-valve.

Mengganti pelampung-analog dengan float-valve, memang terlihat sama saja. Tapi, meletakkan float-valve di dalam Tabung-Filter, berdampak signifikan terhadap efektivitas kinerja filter menyaring kotoran. Terutama dalam menjaga konsistensi kekuatan aliran air dalam Tabung-Filter.

Transformasi awal dari perangkat LPF model lama setelah dipasangi float-valve, kira-kira seperti yang terlihat pada gambar ilustrasi di atas.

Sebenarnya, sampai dengan tahap ini saja sudah cukup. Filter dapat menyaring kotoran dan menghasilkan air bersih dalam waktu lebih lama dibanding sebelumnya. Yang pasti, apapun yang mengkondisikan permukaan air dalam Tabung-Filter naik, akan dihentikan secara otomatis sebelum meluber keluar.

Jika filter sudah benar-benar kelewat kotor dan tidak ada lagi celah untuk air bisa mengalir antar Tabung-Filter, maka produksi air bersih pun akan terhenti selama filter belum dibersihkan 😊

Jika anda kesulitan mendapatkan keran-berpelampung, maka pelampung-analog (ball-tap) yang ada saat ini juga bisa dimodifikasi untuk menggantikannya. Caranya dapat anda lihat di artikel : Perangkat Pemipaan : Membuat Ball-Tap Mini

 

Membuat Wadah Media Penyaring

Contekan selanjutnya adalah membuat wadah media penyaring / penjernih air seperti filter air siap minum.

Perlu-tidaknya membuat wadah media penyaring air, sebenarnya tidak terlalu penting jika saya tidak terlalu berkeberatan untuk mau repot menguras air dalam bak penampungan setiap hendak membersihkan isi filter. Masalahnya, saya tidak mau melakukan hal itu. Kalau hanya isi filter-nya saja yang perlu dibersihkan, mengapa harus semuanya ikut dibersihkan juga?

Jadi, saya mencoba merancang sebuah wadah untuk kapas filter yang sekiranya bisa dipasang-lepaskan dalam Tabung-Filter. Sebagaimana yang biasa terjadi, mengungkapkan sebuah gagasan jauh lebih mudah dibanding mewujudkannya. Setelah tiga bulan kemudian, saya baru bisa menyempurnakan bentuk rancangan wadah / tempat kapas penyaring seperti yang terlihat pada gambar di bawah :

Saya menamakannya dengan sebutan Tabung-Inti . Pemakaian Tabung-Inti ini akan membuat saya bisa mengeluarkan kapas filter dari dalam Tabung-Filter dengan mudah tanpa mengotori bagian lain di luar Tabung-Filter.

Dinamakan Tabung-Inti, semata-mata untuk memudahkan saya saja supaya bisa langsung menunjukkan mana potongan pipa dari perangkat LPF yang berfungsi sebagai Tabung-Filter dan Tabung-Inti.

 

Wadah Air Bersih…

Bagian terakhir adalah wadah air bersih, yang mana itu sudah tersedia dengan sendirinya oleh keberadaan dari bak penampungan air itu sendiri. Air bersih hasil proses filter, dikeluarkan dan ditampung dalam bak penampungan. Proses ini akan terus berlangsung selama Tabung-Filter belum dipenuhi air.

Maka, kini semua bagian yang dimiliki perangkat filter air siap minum telah memiliki perwujudannya. Dimana, Tabung Filter berperan sebagai perwujudan wadah air kotor, Tabung-Inti sebagai perwujudan wadah media penyaring dan Bak Penampung sebagai perwujudan wadah air bersih.

Jadi, sebagaimana saya nyatakan di awal, modifikasi konsep menyaring air yang saya coba terapkan adalah supaya perangkat LPF memiliki kinerja membersihkan kotoran air yang mirip dengan perangkat filter air siap minum. Bedanya, proses satu kali penyaringan air yang terjadi pada perangkat filter air siap minum, saya lipat-gandakan menjadi empat kali proses dalam satu kali rangkaian pada perangkat LPF.

 

Selanjutnya⇒

Memahami Perilaku Listrik sehari-hari di Rumah

%d bloggers like this: