halaman 3 dari 3

Stabilizer membereskan semua permasalahan listrik?

Sekali lagi, tidak ada niat saya mempromosikan penggunaan stabilizer untuk mengefisiensikan pemakaian energi dan biaya di rumah anda. Untuk saat ini, stabilizer adalah satu-satunya perangkat menstabilkan voltase terbaik untuk menghasilkan kualitas arus listrik layak pakai yang saya ketahui. Jika ada perangkat lain yang mampu berfungsi sama (atau lebih baik) seperti stabilizer, sudah pasti akan saya nyatakan juga.

Konsep menghemat energi yang saya usung disini, membutuhkan kehadiran dan peran stabilizer sebagai faktor pendukung utamanya. Inilah sebabnya mengapa pembahasan mengenai stabilizer cukup banyak saya ketengahkan. Stabilizer itu sendiri, hanyalah merupakan media untuk mempermudah kita mendapatkan kualitas listrik layak pakai tanpa perlu memahami listrik secara lebih mendalam. Fungsi stabilizer yang demikian, tidak akan berubah dan tetap seperti itu. Manfaat lebih dari kualitas listrik layak pakai yang dihasilkannya sangat ditentukan oleh inovasi kita yang menggunakannya.

Bagaimanapun kondisi kualitas listrik di rumah anda saat ini, menurut saya, ada baiknya dipertimbangkan untuk melengkapinya dengan stabilizer. Setidaknya, hal tersebut dapat membuat anda terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan atas perilaku listrik dikemudian hari. Karena listrik pada saat ini nyaris telah menjadi kebutuhan mutlak sehari-hari, sebaiknya keberadaannya tidak diabaikan begitu saja. Menjaga konsistensi kualitas listrik dalam kondisi layak pakai, bukan merupakan tindakan bodoh yang merugikan.

Kondisi voltase listrik yang stabil, akan menjadikan kerja perangkat elektronik berjalan dengan semestinya dan otomatis meminimalkan (bukan meniadakan) kerusakan pada perangkat akibat over / under load voltase. Dengan kata lain, hal tersebut akan berdampak langsung pada efisiensi biaya pemeliharaan perangkat dan penggunaan energi listrik untuk setiap kali kita mengoperasikan perangkat elektronik apa pun di rumah.

Memanfaatkan atau bahkan menambahkan fitur otomatis pada perangkat elektronik, merupakan opsi untuk membantu kita lebih meningkatkan disiplin penggunaan energi listrik pada perangkat elektronik. Karena, faktor terbesar dari terciptanya keadaan ketidak-efektif-an penggunaan energi berasal dari ketidak-konsisten-an kita sendiri sebagai manusia dan hal ini tidak mungkin dapat diubah. Sehingga, dengan mengusahakan kondisi arus listrik yang stabil ditambah pemanfaatan / penambahan fitur otomatis, akan memperkecil celah kelemahan kita dalam menghasilkan suatu kondisi tidak efektif dari pengeluaran biaya dan pemakaian energi.

Namun, kembali saya ingatkan, stabilizer hanya berperan sebagai dasar untuk menghasilkan kualitas listrik layak pakai saja. Pengembangan lebih jauh untuk menciptakan sebuah kondisi hemat energi adalah sepenuhnya tergantung dari tindakan kita untuk merealisasikannya.

Tingginya Efisiensi = Rendahnya Biaya?

Kemudahan penerapan menghemat energi yang saya representasikan di atas dengan efisiensi pemakaian energi listrik sebagai tujuan utamanya, bukan merupakan satu keajaiban yang dapat terlaksana begitu saja. Ada sejumlah uang yang harus dibelanjakan untuk mengawalinya. Namun, berapa pun besar pengeluaran biaya untuk merealisasikan lingkungan hemat energi di rumah, menurut saya, tidak akan menguntungkan siapa pun selain diri kita sendiri dan orang-orang yang hidup bersama di sekitar kita saat ini.

Saat setelah kita memutuskan dan memulai cara hidup dengan memaksimalkan efektifitas penggunaan energi yang ada, maka tindakan apa pun selanjutnya yang kita kerjakan akan mengacu pada dasar efisiensi energi. Ini berarti, jumlah uang yang telah dibelanjakan di awal untuk merealisasikannya akan otomatis terbayarkan dari konpensasi berkurangnya pemakaian energi yang tidak efisien. Konpensasi ini akan tetap terjadi dan berakumulasi setiap hari walaupun telah melewati titik impas. Disaat inilah, uang yang telah ditanamkan menghasilkan keuntungan yang sebenarnya.

Memang, jika di konversikan ke dalam nilai rupiah terlihat sangat kecil. Namun, nilai tersebut akan tetap dihasilkan selama perangkat yang telah kita beli masih berfungsi dengan benar. Dengan kata lain, setelah melewati titik impas dan perangkat masih berfungsi dengan benar, tindakan pemakaian energi listrik seperti apa pun akan berdampak mengurangi biaya.

Besar pengeluaran biaya untuk pemakaian dan pemeliharaan (perbaikan dan penggantian) perangkat elektronik, dapat dijadikan sebagai parameter untuk mengukur seberapa jauh efektifitas tindakan meng-efisiensi-kan energi listrik yang kita telah kerjakan di rumah. Semakin rendah jumlah biaya yang dikeluarkan, semakin tinggi tingkat efisiensi energi yang dicapai. Demikian juga sebaliknya.

Ini adalah satu-satunya cara termudah bagi kita sebagai awam untuk mengetahui ukuran nilai tingkat pemakaian energi yang berhasil di-efisiensi-kan. Sekecil apapun nilai pengurangan pemakaian energi yang berhasil diperoleh, menurut saya, merupakan prestasi yang patut dihargai. Karena, biar bagaimanapun juga, diperlukan tindakan nyata untuk memulai semua itu.

Jadi, inti dari penerapan menghemat energi yang digunakan disini adalah membentuk satu keadaan guna membatasi keadaan ketidak-beraturan perilaku dan penggunaan listrik di rumah. Memanfaatkan stabilizer dan fitur otomatis, merupakan cara termudah dan termurah untuk menerapkannya. Dimana, stabilizer bekerja pada level listrik masif (mentah), sementara fitur otomatis bekerja pada level pemakaian listrik dari perangkat-perangkat elektronik yang kita pakai di rumah. Keduanya (stabilizer dan fitur otomatis) dapat menekan dan meminimalisir kemungkinan timbulnya kondisi perilaku listrik diluar batas sebagaimana fungsi peruntukan dari pemakaian stabilizer dan fitur otomatis itu sendiri.

Cara menghemat energi seperti itu, tidak akan membuat anda bertambah kaya secara materi akibat berkurangnya pengeluaran biaya pemakaian energi listrik secara efisien. Cara ini cenderung menghasilkan sebuah bentuk keadaan efisiensi pemakaian energi listrik sehari-hari di rumah dengan tujuan agar uang yang harus dibelanjakan untuk membeli listrik dari PLN, menjadi lebih layak dan pantas untuk dibayarkan. Bersamaan dengan itu, kondisi perangkat elektronik pun relatif tetap terjaga daya tahan dan performanya (tidak cepat rusak).

Apapun hasil yang diperoleh dari penerapan konsep menghemat energi ini, setidaknya, dapat menjadi alternatif pengurangan biaya dalam bentuk yang berbeda. Karena, apapun alasannya, cara dan motivasi yang hendak kita capai dari menghemat energi cenderung berakhir pada pertanyaan : dapatkah mengurangi biaya rutin yang biasa harus kita bayarkan?.

Nah…, bagaimana jika slogan “Penghematan Energi” diubah menjadi “Penghematan Biaya”?

Mungkin, dapat lebih mudah untuk diterima dan diterapkan pelaksanaannya secara awam.

Semoga bermanfaat…!

One thought on “Menghemat Energi

Comments are closed.