Menghemat Energi

halaman 2 dari 3

Pentingnya memanfaatkan stabilizer

Stabilizer, sama seperti keberadaan fitur otomatis, hingga saat ini merupakan satu-satunya alat / perangkat paling efektif untuk menstabilkan voltase listrik. Teknologi menstabilkan voltase untuk menghasilkan kondisi listrik layak pakai, bukanlah hal baru. Perangkat ini sudah ada sejak puluhan tahun yang lalu. Saat sebelum kehadiran PC Desktop, perkembangan teknologi elektronik boleh dibilang sangat lambat. Tidak banyak perangkat elektronik yang beredar pada masa itu. Tingginya harga produk perangkat elektronik merupakan faktor terbesar yang menjadikan terbatas peredarannya di kalangan masyarakat umum. Stabilizer adalah termasuk salah satu diantaranya. Mahalnya harga dan kekurangpahaman atas pemakaian serta manfaat yang bisa diperoleh dari sebuah stabilizer pada saat itu, menciptakan sebuah persepsi bahwa stabilizer merupakan perangkat elektronik dengan kategori “tidak wajib” untuk dimiliki.

Saat ini, setelah peredaran perangkat elektronik yang semakin banyak dan murah, keberadaan dan fungsi stabilizer mulai kembali diperhatikan. Walau pun begitu, pemahaman mengenai penggunaan stabilizer, tidak berjalan seiring dengan perhatian yang diperolehnya. Memang begitu kenyataannya.

Bagaimana kita bisa memahami stabilizer sebagai alat untuk menghasilkan listrik berkualitas, sedangkan pengertian mengenai kualitas listrik itu sendiri tidak kita pahami?

Listrik, apapun yang menjadi definisinya dan bagaimanapun mudah mendapatkan keberadaannya saat ini, tetap sulit dipahami perilaku dan karakteristiknya. Membutuhkan waktu cukup lama untuk saya sendiri dapat mendeskripsikan pemahaman mengenai listrik dalam pengertian awam. Itu pun, hanya sebatas level untuk penggunaan di lingkungan rumah tangga saja.

Pemahaman sebagian besar dari kita akan listrik, masih mirip sebagaimana layaknya sebuah barang yang biasa diperdagangkan. Seperti makanan dalam kemasan yang banyak dijual di toko-toko, tidak banyak hal untuk perlu diketahui lebih jauh selain bisa untuk di makan. Sama juga dengan kita menerapkan perlakuan terhadap listrik yang dijual pihak PLN. Bagaimanapun kondisi listrik yang dijual, tidak banyak hal kita perlu ketahui selain dapat dikonsumsi oleh perangkat elektronik di rumah.

Demikian juga halnya dengan kelayakan makanan yang dikonsumsi oleh tubuh kita, kelayakan kualitas listrik yang masuk ke dalam rumah akan menentukan performa kerja dan daya tahan perangkat elektronik di dalam rumah. Analoginya mirip dengan perumpamaan : rumah adalah tubuh kita dan perangkat elektronik sebagai organ dalam tubuh kita.
Buruknya kualitas dari makanan yang kita konsumsi akan mempengaruhi kerja organ dalam tubuh. Akibatnya kondisi keseluruhan tubuh kita menjadi terganggu dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Seandainya hal tersebut terus berulang, akan mencederai organ dalam tubuh terlemah yang mana kita artikan dengan kata “sakit”. Demikian juga halnya dengan kualitas listrik yang dikonsumsi masuk ke rumah dan dicerna oleh perangkat elektronik didalamnya. Buruknya kualitas listrik yang masuk ke dalam rumah, membuat performa kerja perangkat elektronik di dalamnya terganggu. Seandainya kondisi listrik seperti itu terus-menerus dikonsumsi dan dicerna oleh perangkat elektronik, lama-kelamaan akan mencederai fungsi kerjanya dan berakhir dengan kondisi yang biasa kita namakan “rusak”.

Stabilizer dapat diumpamakan sebagai “asisten” pribadi yang bertugas memeriksa dan membenahi kondisi kualitas listrik sebelum dikonsumsi perangkat elektronik di rumah. Dan hal itu dapat kita lakukan tanpa perlu repot belajar mengenal sosok keberadaannya secara mendalam. Stabilizer dapat difungsikan selama 24 jam penuh setiap hari tanpa berhenti dengan “sedikit sekali” kemungkinan kesalahan dalam melakukan tugasnya. Tidak perlu ada kekhawatiran untuk kita pikirkan lagi dalam kualitas listrik yang dikonsumsi perangkat elektronik di rumah. Kita tinggal menerima dan menikmati hasil kerjanya saja. Sungguh sebuah bentuk kenyamanan yang menyenangkan, bukan?

Kelayakan kualitas listrik hasil keluaran stabilizer, menjadikan performa kerja perangkat elektronik apa pun yang mengkonsumsinya menjadi efektif. Pengertian efektif disini adalah perangkat elektronik hanya beroperasi hingga batas kemampuannya saja. Efektifitas performa kerja ini akan berujung pada kesehatan (daya tahan) perangkat dan efisiensi daya yang digunakan.

Tindakan memasang stabilizer di titik awal listrik memasuki rumah (setelah kabel keluaran dari meteran PLN), akan menghasilkan kondisi kualitas listrik di semua titik dalam rumah sepenuhnya layak konsumsi oleh perangkat elektronik. Dengan demikian, setiap kali penggunaan perangkat elektronik apa pun dan dimana pun di dalam rumah, akan selalu diperoleh kondisi pemakaian daya yang efisien. Bukankan cara penghematan energi seperti ini sangat mudah untuk diterapkan?

Memanfaatkan stabilizer guna memperbaiki kualitas arus listrik, menurut saya saat ini, adalah sebuah langkah mudah untuk dikerjakan sendiri dalam rangka memulai tindakan penghematan energi (khususnya listrik) di lingkungan rumah tangga pada umumnya. Mengusahakan kualitas listrik layak pakai merupakan hal yang memang sudah seharusnya dikerjakan sebagai faktor utama beroperasinya perangkat elektronik apa pun secara benar. Jadi, berhasil-tidaknya usaha untuk memaksimalkan manfaat lebih besar dari stabilizer yang terpasang di rumah, tidak akan ada ruginya. Karena, manfaat dasar stabilizer untuk memperbaiki kualitas arus listrik, telah dan tetap kita dapatkan selama stabilizer masih berfungsi dengan benar.

Manfaat lain pemasangan stabilizer

Sejak peng-instalasi-an stabilizer di rumah tahun 2005 lalu, tanpa disadari, saya telah melakukan satu langkah penghematan dalam pengeluaran untuk mengurangi biaya perbaikan atau pembelian perlengkapan elektronik yang mudah dan sudah rusak akibat lonjakan voltase listrik. Memang ada biaya yang dikeluarkan pertama kali untuk peng-instalasi-an unit stabilizer, namun berhenti sampai di situ saja. Selanjutnya tidak ada biaya yang cukup berarti untuk perawatan dari unit tersebut. Dengan kata lain, pengeluaran biaya instalasi sebesar Rp. 1.000.000,-, saya telah mendapatkan manfaat perawatan asupan daya listrik untuk 90% perlengkapan elektronik yang selama ini telah terpakai selama tujuh tahun, dan mungkin, akan tetap bertahan hingga beberapa tahun kemudian sampai unit stabilizer tersebut rusak dengan sendirinya.

Sepertinya, tulisan di atas lebih bersifat mempromosikan unit stabilizer saja. “Memangnya peralatan elektronik apa saja ‘sih yang rusak sebelum dilakukan peng-instalasi-an stabilizer?”. Begitu mungkin kira-kira pertanyaannya.

Ini daftar barang rusak akibat pengaruh tidak stabilnya voltase di rumah yang masih saya ingat :

  • 1 unit Server
  • 1 unit Console
  • 2 unit Monitor
  • 1 unit UPS 600 VA
  • 1 unit scanner
  • 1 unit jet-printer
  • 3 unit stabilizer berkapasitas sedang
  • 1 unit mesin pendingin ruangan portable
  • 3 unit handphone
  • 1 unit televisi tabung 20 inch
  • 1 unit vacuum cleaner
  • 1 unit rice cooker
  • 2 unit emergency lamp
  • beberapa unit lampu SL, TL dan bohlam yang mati prematuer
  • dan beberapa perlengkapan elektronik kecil lainnya.

Semuanya terjadi selama periode tahun 2001 s/d 2004. Sebagian besar unit rusak total dan sisanya masih dapat diperbaiki. Namun, umur pemakaian setelah perbaikan pun tidak lama, karena daya listrik yang menjadi sumber tenaga perangkat-perangkat tersebut masih bermasalah. Awal tahun 2005, saya mulai melakukan pencarian informasi lebih jauh mengenai stabilizer dan instalasi stabilizer 3000 VA dikerjakan pada kwartal ketiga tahun 2005. Selanjutnya, sampai dengan pertengahan tahun 2012, hanya 2 unit kipas pendingin amplifier audio yang rusak. Penggantian lampu dilakukan sesuai dengan umur lampu itu sendiri, bahkan ada beberapa unit bertahan lebih lama 1-2 bulan daripada umur yang tertera dikemasannya.

Efek positif lainnya

Apakah tindakan penginstalasian stabilizer dapat mengurangi biaya tagihan bulanan rekening PLN rumah saya? Saya kurang memerhatikan mengenai hal tersebut. Selain pembayaran dilakukan secara otomatis via bank, terjadi beberapa kali kenaikan tarif atau biaya administrasi pada periode 2005 hingga 2012, sehingga sulit untuk menghitung nilai rupiah yang sebenarnya.

Namun, secara logika, penyebab kerusakan yang biasa terjadi pada perangkat elektronik adalah dikarenakan penerimaan daya listrik melebihi kapasitas kebutuhannya. Kelebihan daya listrik yang dihantarkan, tidak pasti selalu langsung membuat perangkat menjadi rusak. Selama dalam batas toleransi besaran voltase yang sanggup diterimanya, perangkat elektronik dapat beroperasi dengan (terlihat) normal.

Dinamika besaran kelebihan / kekurangan voltase listrik yang terjadi setiap hari, tidaklah besar. Kira-kira hanya berada pada kisaran ± 5 Volt. Namun, hal itu terjadi dan berlangsung tidak hanya satu dua-kali saja dalam sehari, bisa puluhan atau ratusan kali.

Pada meteran listrik, semua “kelebihan / kekurangan voltase kecil” ini ikut terekam pada meteran sebagaimana pemakaian daya listrik biasa. Apakah voltase dan daya listrik yang dihantarkan sesuai atau tidak dengan kebutuhan perangkat, meteran tetap akan memperlakukannya sama sebagai pemakaian biasa.

Dengan meletakkan stabilizer di tengah jalur aliran listrik antara meteran dengan perangkat elektronik, maka konsumsi daya yang terekam di meteran adalah daya yang menjadi keluaran stabilizer. Sehingga, berapa pun besaran (ditambah kelebihan maupun kekurangan) daya yang dialirkan keluar dari meteran dan masuk ke stabilizer, hanya akan dihitung sebatas daya yang dikeluarkan oleh stabilizer untuk konsumsi perangkat elektronik saja.

Jadi, disamping mengurangi biaya perbaikan kerusakan atau pembelian perangkat elektronik baru akibat lonjakan voltase yang berlebihan, saya telah mengurangi (walaupun dalam jumlah kecil) biaya tagihan rekening bulanan bukan dengan cara tidak menggunakan / membatasi penggunaan perangkat elektronik, tetapi dengan mengurangi kelebihan pasokan daya ke perangkat elektronik menggunakan bantuan stabilizer. Hasil tindakan tersebut dapat anda temukan uraiannya pada artikel Realisasi Menghemat Energi Listrik.

 

Selanjutnya⇒

One thought on “Menghemat Energi”

Comments are closed.

Memahami Perilaku Listrik sehari-hari di Rumah

%d bloggers like this: