Mengefisiensikan Lemari Es / Kulkas

halaman 2 dari 2

Kapasitas besar = konsumsi daya besar ?

Pada beberapa kasus yang saya temukan, lemari es berkapasitas ± 600 liter dengan kondisi ruang interior cukup luas dibarengi pengaturan isi yang sewajarnya, akan meng-konsumsi jumlah daya sama besarnya dengan lemari es berkapasitas ± 300 liter dengan isi tidak teratur dan sesak. Apakah kasus ini ditentukan oleh lemari es dengan brand tertentu, saya tidak mengetahui secara pasti. Asumsinya, tekhnologi yang dimiliki mayoritas lemari pendingin adalah mirip. Perbedaannya lebih difokuskan pada design tampilan exterior dan interior saja. Jadi, menurut saya, kasus tersebut dapat dijadikan sebagai parameter yang berlaku umum pada setiap produk lemari es yang beredar dipasaran.

Dengan demikian, tidak berarti lemari es berkapasitas besar harus mengkonsumsi daya listrik yang besar juga. Dengan tindakan perawatan dan pengaturan isi yang benar, lemari es berkapasitas besar akan lebih menguntungkan dalam pemakaiannya. Baik dari segi kenyamanan, kapasitas liter dan pembiayaan operasionalnya.

 

Sumber daya kulkas

Kabel input daya pada kulkas, biasanya dilengkapi dengan steker yang memiliki bagian untuk arde. Terutama pada kulkas berkapasitas di atas 300 liter. Dengan demikian, sebaiknya stopkontak tempat steker kulkas ditancapkan telah dilengkapi dengan kawat arde. Menurut saya, berapa pun kapasitas yang dimiliki sebuah kulkas, sebaiknya stopkontak tempat steker ditancapkan telah dilengkapi dengan kawat arde. Setidaknya ini dapat meredam arus listrik yang timbul dan beredar di badan kulkas.

Pada dasarnya, kulkas beroperasi dengan menggunakan motor mesin. Saya mengistilahkannya dengan kompressor, entah apa penamaan resminya. Walaupun berupa motor, kompressor ini tidak bekerja sendirian. Pengoperasiannya terintegrasi dengan unit pengatur suhu (thermostat). Semua perangkat elektronik / listrik dengan dilengkapi thermostat di dalamnya yang saya temukan, sangat peka terhadap kestabilan dan kualitas arus listrik yang dikonsumsinya. Terganggunya fungsi thermostat akan berefek pada kinerja keseluruhan dari sebuah kulkas.

Jika anda telah merawat dengan baik keseluruhan isi kulkas di rumah, namun kinerjanya masih tidak benar, maka ada dua kemungkinan yang menjadi penyebabnya. Pertama, kulkas anda adalah produk gagal. Kedua, asupan voltase listrik yang tidak stabil.

Tidak ada penyelesaian terbaik untuk sebuah produk gagal selain menggantinya dengan tipe dan model yang berbeda. Sedangkan penyebab dari asupan voltase listrik, dapat diatasi dengan memasang stabilizer.

 

Stabilizer dengan isi kulkas

Saya memiliki sedikit pengalaman dalam menggunakan stabilizer untuk kulkas di rumah. Kulkas berkapasitas 450 liter dengan konsumsi daya rata-rata rata-rata 128 Watt per jam, dapat diakomodasi dengan menggunakan stabilizer berkapasitas 350VA (128 ÷ 0,8 ÷ 0,75 = 213VA atau kapasitas terdekatnya adalah 350VA).

Awalnya, saya menggunakan stabilizer berkapasitas 500VA. Tidak sampai 6 bulan sejak pemasangan stabilizer, kinerja kulkas terlihat menurun (freezer kurang dingin). Stabilizer diganti dengan yang berkapasitas 1000VA dan kinerja kulkas kembali normal. Namun, hanya berlangsung kurang dari 1 tahun dan kinerja kulkas kembali memburuk. Kemudian, saya pasang stabilizer 3000VA untuk melayani pamakaian listrik seluruh rumah. Dan, kinerja kulkas berjalan normal hingga saat ini.

Secara kasat mata, tidak ada kerusakan yang terjadi pada fisik stabilizer, baik yang berkapasitas 500VA maupun 1000VA. Keduanya digunakan khusus hanya untuk melayani pemakaian listrik dari kulkas saja. Lalu, apa yang menyebabkan kinerja kulkas menurun setelah beberapa bulan sejak dipasangi stabilizer 500VA dan 1000VA?

Salah seorang sahabat saya, memiliki kulkas berkapasitas 615 liter dengan rata-rata konsumsi daya per jam 150 Watt. Saya melihat satu stabilizer berkapasitas 1000VA yang juga dipasang khusus hanya untuk melayani kebutuhan listrik kulkas tersebut. Dia menyatakan bahwa tidak pernah ada masalah dengan kinerja kulkasnya walaupun hanya dilengkapi stabilizer 1000VA. Kebenaran pernyataan itu saya buktikan saat membuka pintu kulkas dengan dibarengi banyaknya semburan kabut es yang keluar. Mengapa stabilizer 1000VA dengan kulkas 615 liter ini tidak pernah bermasalah?

Saya menemukan bahwa satu-satunya perbedaan dari kedua situasi tersebut terletak pada manajemen / pengaturan isi dari masing-masing kulkas.

Manajemen / pengaturan perawatan isi kulkas memang terlihat sepele. Isi kulkas yang tertata rapi dan tidak sesak, bukan sekedar enak dipandang mata saja. Jika kondisi tersebut dapat mengurangi konsumsi daya kulkas, otomatis supply daya dari stabilizer pun akan berkurang. Memang benar, kulkas akan tetap mengkonsumsi daya untuk memonitor suhu interiornya. Namun demikian, konsumsi daya yang terjadi hanya dalam jumlah sangat kecil (tidak sebesar saat proses mendinginkan interior). Dengan kondisi kulkas cenderung mengkonsumsi daya dalam jumlah sedikit, maka stabilizer pun akan cenderung bekerja menstabilkan arus listrik dalam jumlah yang kecil pula.

Jadi, berapa besar kapasitas stabilizer yang dibutuhkan untuk sebuah kulkas? Mengapa saya harus menggunakan stabilizer 3000VA agar kinerja kulkas di rumah bisa berfungsi dengan baik?

Jika anda memiliki kebiasaan rajin memelihara, menata dan merawat isi kulkas, maka dapat menggunakan stabilizer siap pakai berkapasitas sebagaimana kebutuhan input daya kulkas anda saat ini, yaitu :

Kapasitas Stabilizer = Watt kulkas / 0,8 / 0,75

Sudah tentu, seandainya nilai kapasitas itu yang hendak dipakai, harus diikuti dengan konsistensi tindakan perawatan isi kulkas itu sendiri. Jika anda malas melakukan perawatan isi kulkas sebagaimana juga halnya saya, lebih baik anda memasang stabilizer untuk seluruh rumah. Sehingga, bagaimana pun kondisi isi kulkas yang ada, tidak akan mempengaruhi kinerja dan daya tahan dari stabilizer.

 

Stabilizer + Perawatan Isi Kulkas = Menghemat Energi?

Tidak hanya membandingkan isi yang ada dalam kulkas saja, saya juga melakukan perbandingan total biaya tagihan rekening listrik bulanan (selama enam bulan berturut-turut) pemilik kulkas ini yang ternyata secara rupiah lebih rendah setiap bulannya dari milik saya.

Sedemikian besarkah efek dari tindakan perawatan isi kulkas? Saya memang tidak melakukan perbandingan data dan nilai dari pemakaian daya antara kedua rumah selama enam bulan secara terperinci. Namun, berdasarkan perkiraan gampang saja, perangkat elektronik / listrik yang menyala selama 24/7 hanyalah kulkas. Jadi, apapun ceritanya, yang menjadi penentu besar-kecilnya “standar” pemakaian listrik di sebuah rumah sangat ditentukan dari kondisi kulkas yang terdapat didalamnya.

Apa yang saya temukan adalah kulkas dengan kapasitas dan konsumsi daya lebih besar, mampu menghasilkan biaya listrik bulanan yang lebih kecil (?) hampir tidak masuk akal, tapi begitulah kenyataannya. Biaya rekening bulanan lebih kecil merupakan parameter / ukuran pasti lebih rendahnya konsumsi daya kulkas di rumah sahabat saya.

Stabilizer memang harus dipasangkan agar menghasilkan kualitas voltase listrik untuk menjadikan kinerja kulkas lebih baik. Jika kondisi kestabilan voltase dapat terpenuhi ditambah dengan manajemen perawatan isi kulkas yang baik, akan meringankan serta memaksimalkan kinerja kulkas dalam mendinginkan interior kulkas dengan lebih cepat, dan berujung pada rendahnya konsumsi daya kulkas itu sendiri.

Pertanyaan yang menjadi klimaksnya adalah seberapa rajin-kah kita melakukan perawatan isi kulkas di rumah?

 

Sebaiknya tetap dinyalakan saja…

Jika anda tidak berniat membersihkan isi lemari es sebelum bepergian meninggalkan rumah dalam waktu lama, saya sarankan untuk tidak mematikan aliran konsumsi listrik lemari es anda. Sehingga saat pulang nanti, anda tidak mendapati bau tidak sedap keluar dari dalam lemari es anda. Jenis makanan tertentu akan meninggalkan bau yang menempel pada interior kulkas anda dalam waktu relatif lama.

Saya cenderung untuk tetap meninggalkan lemari es dalam keadaan menyala namun membuang makanan yang cepat kadaluwarsa. Terutama untuk makanan yang telah melalui proses pengolahan (dimasak), seperti : kue, roti dan semua makanan yang sekiranya bisa langsung di santap setelah dihangatkan. Karena, makanan yang telah diolah memiliki waktu proses fermentasi jauh lebih cepat dibanding makanan yang belum diolah.

Semua jenis makanan yang berada dalam lemari es akan tetap mengalami proses fermentasi (pelapukan). Suhu dingin dalam lemari es hanya berfungsi untuk memperlambat, bukan meniadakan proses pelapukan. Entah bagaimana kasusnya jika makanan yang dengan sengaja dibungkus dalam bongkahan batu es. Saya belum pernah mencobanya.

 

Jadi…

Mungkin, teknis kerja lemari es yang saya jabarkan di atas tidak sepenuhnya benar. Saya hanya melakukan sedikit observasi dan eksperimen untuk mengetahui perilaku kinerja dari lemari es yang ada di rumah. Tujuannya untuk mendapatkan logika penggunaan dan perawatan yang lebih efektif, tanpa harus memahami secara teknis kerja keseluruhan sebuah unit lemari es.

Apapun cara yang ditempuh dalam rangka mengefektifkan manfaat energi listrik yang di konsumsi oleh kulkas, alangkah baiknya untuk kita memahami bahwa makanan yang ada di dalam kulkas itu sendiri sebagai aktor utamanya. Dengan memiliki pengetahuan yang lebih baik tentang karakteristik makanan yang biasa beredar di rumah, maka, makanan yang bakal menghuni kulkas pun akan terseleksi dengan sendirinya. Jadi, bukan sebuah tindakan sia-sia untuk lebih memerhatikan karakteristik makanan yang biasa kita makan. Tidak sekedar membuat hidup menjadi lebih sehat saja, karena kulkas pun akan menjadi efisien mengkonsumsi daya jika diisikan dengan makanan yang semestinya.

Semoga bermanfaat…! ☺

Artikel terkait lainnya :

 

5 thoughts on “Mengefisiensikan Lemari Es / Kulkas”

  1. jmpa lgi en nnya lgi pak om…sya kan pembuat/pedagang es batu.prtnyaan sya; gmna cara (ngisi & ngluarin/perlakuan) ke freezer yg bnar.mengingat stiap hri isi freezer slu di kluarin & di gnti dgn isi yg bru scra keseluruhan.tq

    1. Saya belum pernah melakukan eksperimen dari kondisi tersebut terhadap dua kulkas yang sama. Tetapi, saya memiliki sedikit teori mengenai keadaan yang anda tanyakan.
      Kalau menurut saya, ada sedikit perbedaan dalam konsumsi energi listrik dari kedua kulkas. Namun tidaklah terlalu besar. Makanan akan selalu mengalami proses fermentasi selama tidak dalam kondisi beku (es). Proses fermentasi akan menghasilkan “sedikit” hawa hangat dan kondisi ini akan menjadikan terjadinya perubahan terhadap suhu ruang dalam kulkas.

      Sedangkan makanan yang diletakkan pada tempat / container kedap udara, kemudian dimasukkan ke dalam kulkas, suhu ruang dalam kulkas menjadi relatif lebih stabil. Ini dikarenakan proses fermentasi akan berjalan lebih lambat dalam kondisi kedap udara dengan suhu ruang yang dingin.

      Salam.

Comments are closed.

Memahami Perilaku Listrik sehari-hari di Rumah

%d bloggers like this: