Menentukan ukuran Proporsional / Estetika

halaman 4 dari 4

Kebenaran hasil dari Sistem “Potongan Kencana”

Seandainya diperhatikan, nilai / ukuran proporsional yang dihasilkan oleh sistem “Potongan Kencana” dalam sebuah area, tidak akan berada dalam posisi tengah / seimbang. Contohnya adalah kasus memosisikan downlight di atas. Nilai / ukuran proporsional yang dihasilkan memiliki kecenderungan menghindar dari posisi tengah sebuah ruangan / bidang.

Mengapa?

Tidak banyak cerita sejarah / asal-usul yang disampaikan mengenai sistem “Potongan Kencana” di buku “Teknik Mendesain Perabot Yang Benar”. Dari keterangan-keterangan singkat yang ada di buku tersebut, saya menyimpulkan bahwa pengemuka dari sistem tersebut adalah Leonardo da Vinci. Dua angka pembagi (0,618 dan 0,382) yang digunakan untuk mendapatkan nilai / ukuran proporsional, diperoleh berdasarkan analisa ukuran pada alam. Seperti ukuran panjang batang tanaman. Namun, sejauh mana kebenaran dari kesimpulan saya secara sepihak mengenai sistem itu, saya belum mendapatkan rujukan yang pasti.

Rasa nyaman dan kesan “terasa pantas dan alami” adalah alasan terbaik yang saya dapatkan dalam dan untuk tetap menggunakan sistem “Potongan Kencana”. Bagi saya, porsi terbesar dalam tindakan menata-ruangan adalah menciptakan rasa nyaman dan alami. Tidak dipaksakan atau tidak berlebihan. Dalam hal ini, saya mendapatkan bahwa sistem “Potongan Kencana” bisa digunakan sebagai dasar / acuan agar bisa mewujudkan keadaan seperti itu.

Hingga batas mana peruntukkan penerapan sistem ini dalam kehidupan sehari-hari, saya tidak mengetahuinya dengan pasti. Beberapa contoh penerapan di atas, ditambah juga sebagai dasar perhitungan ukuran fisik beberapa perabot di rumah yang saya buat, merupakan pemahaman dan pengertian saya secara pribadi. Demikian juga halnya dengan memosisikan rumah lampu yang menghindari tengah ruangan. Membuat suasana lebih nyaman saat duduk di sofa sambil membaca koran atau bermain gadget. Karena, memang, posisi sofa di rumah saya selalu berada merapat ke dinding, tidak di tengah ruangan.

Dari penerapan yang saya kerjakan atas sistem ini dalam membuat perabot, saya mendapatkan tingginya tingkat keselarasan antar setiap ukuran potongan kayu dalam membentuk struktur dasar yang sangat baik pada kekuatan perabot untuk menahan beban.

Dalam tindakan penataan-ruang itu sendiri, ada pihak yang memang berkompeten untuk melakukannya. Mereka dikenal dengan sebutan “interior designer“. Di tangan mereka, tata-ruang bukan menjadikan sebuah ruangan sekedar terasa nyaman saja, tetapi juga bernilai seni. Penggunaan sistem “Potongan Kencana” yang saya sampaikan disini, hanyalah potongan kecil dari tindakan menata-ruang yang seutuhnya dikerjakan oleh para interior designer tersebut. Cerita di atas hanyalah beberapa kasus tata-ruang sederhana dengan solusi praktis, mudah dan murah untuk dikerjakan sendiri.

Semoga bermanfaat!
Cara penerapan sistem "Potongan Kencana"

Referensi Buku :

Teknik Mendesain Perabot Yang Benar ~ M. Gani Kristianto
028058
© Kanisius 1993

PENERBIT KANISIUS (Anggota IKAPI)

Cetakan kedua 1995 ~ ISBN 979-497-085-9

menentukan-ukuran-proporsional-estetika

Memahami Perilaku Listrik sehari-hari Rumah

%d blogger menyukai ini: