Membuat Filter untuk Air di Rumah

halaman 3 dari 4

Membuat filter air bertekanan rendah…

Dalam bayangan saya, untuk bisa menciptakan kondisi proses penyaringan air seperti itu, dibutuhkan wadah yang nantinya berfungsi sebagai tabung filter dengan bentuk fisik cukup besar dan tinggi. Bentuk fisik yang demikian, menurut saya, bisa memberi ruang cukup luas untuk keperluan menjinakkan gerak debu air di bagian tengah hingga atas tabung.

Jika pergerakan air di area tengah tabung bisa diperlemah, otomatis memberi kecenderungan debu air untuk turun ke dasar tabung. Di dasar tabung, saya sisakan sedikit ruang untuk menampung endapan debu air yang sarat dipenuhi dengan media penghambat / peredam timbulnya pantulan gelombang dalam air dari bagian atas tabung. Dengan demikian, debu air yang telah mengendap di dasar tabung bisa terhalang untuk kembali bergerak akibat terusik efek gelombang dari aliran air di atasnya.

Saya menggunakan satu batang pipa paralon berdiameter 6 (enam) inci (standar panjang 4 meter) lalu memotongnya menjadi 4 bagian. Hanya tiga dari empat potongan pipa tersebut yang saya gunakan. Sisa satu potong pipa yang ada memang sengaja dijadikan cadangan. Ketiga potong pipa, masing-masing, dibuatkan lubang di dindingnya untuk jalur air masuk dan keluar. Posisi masing-masing lubang sejajar dan berada sepertiga di bawah tepi bagian atas pipa.

Untuk selanjutnya, penamaan dari ketiga potongan pipa ini saya sebut sebagai tabung (filter).

Ilustrasinya seperti gambar di bawah ini :


Pada tabung pertama, terdapat dua lubang yang digunakan sebagai sarana jalur air masuk. Sebenarnya, hanya satu lubang jalur air masuk saja sudah cukup. Tujuan dibuat seperti itu adalah untuk memudahkan menyesuaikan letak posisi penampung air keluaran PDAM dari pelampung. Pada tabung terakhir, dibuat beberapa jalur keluaran air dengan ketinggian berbeda. Ini berfungsi untuk menyesuaikan tekanan dari ketinggian air di luar tabung.

Di dalam setiap tabung filter, ditambahkan pipa paralon berukuran 0,5 inci (ukuran pipa air yang umumnya digunakan) untuk mengarahkan aliran air langsung ke area dasar tabung. Moncong pipa yang menjadi sumber keluaran air dibelokkan mengarah ke atas dan posisinya lebih tinggi ± 5 cm dari dasar tabung. Tujuannya untuk menjadikan area ini sebagai tempat debu air mengendap dalam waktu relatif cukup lama.

Di dasar tabung, diletakkan kelereng / gundu sebanyak satu mangkuk bakso sebagai media penghambat gelombang air. Keadaan yang demikian akan memperkecil kemungkinan endapan debu air yang telah bersembunyi di dasar kembali muncul akibat terusik gelombang hasil pantulan gerakan aliran air yang keluar dari moncong pipa keluaran.

Tepat beberapa sentimeter dari moncong pipa keluaran, diletakkan kapas filter yang berfungsi menahan fokus semburan air. Karena kondisi kapas filter yang tidak padat, otomatis akan memecah / menyebarkan fokus semburan air ke berbagai arah. Jadi, selain untuk menghambat kotoran, kapas filter cenderung difungsikan sebagai peredam kekuatan tekanan air yang menerpanya.

Di atas kapas filter ini, diletakkan kapas filter kedua sebagai lapisan penghadang debu air agar sulit merayap lebih tinggi ke area permukaan air. Lapisan kapas filter yang kedua ini, turut berperan memperlemah pergerakan air di bawahnya. Sehingga, pergerakan debu air pun menjadi lebih terkendali dan cenderung diam saat telah tersangkut pada serat kapas.

Ilustrasi posisi dari gundu dan kapas penyaring di setiap tabung seperti gambar di bawah ini :

Ilustrasi perangkat LPF model Awal

Ketiga tabung filter tersebut diletakkan terendam di dalam bak penampungan. Mirip seperti filter air yang di celupkan di dalam akuarium. Sebenarnya, menempatkan ketiga tabung di luar bak penampungan akan lebih mempermudah dalam pemeliharan dan perawatan. Namun, sulit merealisasikannya karena tekanan air dari PDAM terlalu lemah.

Untuk mencegah kebocoran / keluarnya air kotor dari dalam tabung, setiap sambungan-pipa pada setiap lubang jalur air masuk ke tabung pertama dan setiap sambungan-pipa penghubung antar tabung, cukup di-lilit dengan salotip pipa (berwarna putih). Tidak dibutuhkan lem PVC.

Disinilah keuntungan dari kondisi tabung filter yang terendam. Tingkat kebocoran tidak menjadi sebuah hal yang penting untuk diperhatikan. Kekuatan tekanan air di luar tabung akan menekan kemungkinan keluarnya air kotor dari sela-sela lubang sambungan-pipa.

Produk filter ini, kemudian, saya namakan sebagai Filter Air bertekanan Rendah (Low Pressure Filter). Dimana maksud dari kata “bertekanan rendah” tersebut mengacu pada konsep kerja filter yang tanpa menggunakan bantuan pompa. Atau, kondisi air di setiap tabung “hampir” tanpa dorongan / tekanan.

 

Hasilnya…

Setelah dua bulan pemakaian, keluaran air yang dihasilkan cukup bersih. Endapan debu air yang biasanya sudah terlihat dalam dua hari, kini menjadi dua minggu kemudian setelah bak mandi dibersihkan. Kondisi tersebut berlangsung secara konsisten selama dua bulan (8 minggu) pemakaian air.

Memasuki bulan ketiga (minggu ke-9) semenjak filter digunakan, kondisi air di bak mandi masih tetap bersih seperti sebelumnya. Namun, kondisi kapas penyaring di tabung pertama terlihat seperti “seonggok lumpur sawah”, terselimuti sepenuhnya dengan debu air.

Penasaran akan bagaimana kinerja filter yang sebenarnya selama dua bulan terakhir, kapas pun saya angkat dan bersihkan.

Kelenturan serat kapas filter sama sekali tidak berubah setelah dibersihkan hanya dibilas dengan air saja (tanpa bahan pembersih tambahan). Mungkin, dikarenakan lemahnya kekuatan aliran air di dalam Tabung-Filter. Ditambah juga kapas yang digunakan memiliki tingkat kerapatan serat agak jarang (kapas filter murah). Sehingga, debu air yang menempel pada serat kapas sangat mudah terlepaskan.

Mengenai pemakaian kapas filter murah memang sengaja digunakan yang seperti itu. Bukan masalah harga, tetapi fungsi utama kapas filter disini adalah meredam gelombang di dalam air. Kapas dengan kerapatan serat tinggi tidak dapat bisa diandalkan untuk tugas seperti itu. Malahan akan membuat jalur aliran air lebih cepat terhambat oleh kotoran yang berhasil ditahan dalam waktu relatif singkat.

Hanya kapas penyaring di tabung pertama saja yang dibersihkan dan kembali di pasangkan ke dalam tabung. Kapas penyaring di dua tabung lainnya dibiarkan saja. Air kotor dalam tabung pertama pun dibiarkan / tidak dikuras.

Setelah tiga minggu kemudian, konsistensi kebersihan air di bak mandi masih tetap sama. Belum diketahui untuk waktu berapa lama kondisi konsisten itu bisa berlangsung. Hingga tulisan ini dipublikasikan (18 November 2014), kondisi air tetap sama dan saya sudah cukup puas dengan hasil yang telah dicapai.

Namun begitu, saya melihat masih diperlukan modifikasi atau teknik tambahan untuk mempermudah cara perawatan kapas penyaring dalam tabung-tabung filter tersebut. Karena diletakkan terendam di dalam bak penampungan, saya mendapat kesulitan dalam mengangkat dan mengembalikannya ke dalam tabung filter. Ketinggian air dalam bak harus disurutkan terlebih dulu untuk memudahkan tindakan tersebut.

 

Selanjutnya⇒