Membuat Filter untuk Air di Rumah

halaman 2 dari 4

Dampak pada efisiensi pemakaian air…

Jika saya menggunakan filter air yang memiliki konsep kerja sama dengan filter akuarium untuk membersihkan kotoran di bak penampungan, berarti, konsekuensinya sudah jelas bahwa saya harus sering membersihkan kapas penyaring agar filter tetap dapat bekerja secara maksimal. Pertanyaan yang ada di benak saya untuk hal itu adalah berapa hari / minggu sekali filter harus dibersihkan?

Adakah produk filter air yang berkonsep kerja tidak sama dengan filter akuarium? Saya tidak tahu. Namun, solusi yang diharapkan dari kasus menyaring kotoran di bak penampung ini adalah sebuah produk filter dengan biaya perawatan lebih murah daripada biaya membersihkan bak mandi sebanyak 2 kali seminggu dan tidak perlu untuk sering dibersihkan.

Mengapa dibutuhkan solusi filter air dengan fitur seperti itu?

Karena yang menjadi dasar pertimbangan dan perhitungan adalah tidak dibutuhkannya tindakan membersihkan bak mandi sebanyak 2 kali seminggu. Kalaupun itu harus dikerjakan, bukan berarti ada pengecualian dengan kondisi air yang boleh untuk menjadi tidak bersih.

Tingginya frekuensi tindakan membersihkan bak mandi dan bak penampungan, merupakan contoh tindakan yang bisa dilihat dan didefinisikan secara nyata dari pemakaian air yang tidak efisien. Dibutuhkan waktu, tenaga dan biaya untuk mengerjakan semua itu.

Nilai tersebut tidaklah terlihat berarti seandainya dihitung hanya pada satu kali tindakan membersihkan kotoran saja. Tetapi, jika diakumulasikan selama setahun, maka nilainya bisa mendekati dengan biaya pemakaian rata-rata berlangganan air selama ± 3 bulan. Dengan kata lain, ada “biaya ekstra” harus dikeluarkan yang sebenarnya diluar tanggung jawab dan kewajiban sebagai pelanggan.

Jadi, tidak hanya sekedar pemakaian air saja. Tetapi juga berdampak pada waktu, tenaga dan biaya yang menjadi tidak efisien. Dan “biaya ekstra” yang selama ini dikeluarkan adalah sama dengan satu bentuk “dukungan dana untuk memboroskan” pemakaian air yang di-maklum-kan.

Menentukan alternatif pengganti media penyaring…

Saya pernah membaca, sumbernya lupa dimana, yang kira-kira menyatakan kalimat sbb. :

Teknik terbaik memisahkan kotoran dalam air adalah dengan cara mengendapkan air itu sendiri selama waktu tertentu.

Memang benar, dan saya telah mengalaminya secara tidak sengaja ketika dulu memelihara ikan.

Kotoran dalam air, bagaimanapun bentuknya, merupakan benda padat yang memiliki berat lebih besar dari air. Demikian juga halnya dengan debu air. Debu air, meskipun mampu melayang-layang dalam air, memiliki berat jenis lebih besar dibandingkan air. Penyebab utama debu air melayang-layang dalam air dikarenakan adanya pergerakan di bawah permukaan air.

Pergerakan di bawah permukaan air yang berkesinambungan, akan menciptakan efek gelombang yang bergerak secara teratur ke segala arah di dalam air. Dengan kata lain, debu air akan diam berhenti melayang-layang jika tidak ada pergerakan di bawah permukaan air. Seandainya kondisi tanpa pergerakan di bawah permukaan air bisa dipertahankan dalam waktu cukup lama, maka debu air akan turun dengan sendirinya karena memiliki berat jenis yang lebih besar dibanding air.

Jika teknik mengendapkan air untuk memisahkan kotoran ini bisa dimodifikasi dan dimasukkan ke dalam tabung filter, maka filter akan tetap berfungsi dengan baik dalam membersihkan air selama masih ada ruang untuk mengendapkan kotoran.

Mari kita tinggalkan dulu sejenak alternatif ini.

Menentukan alternatif pengganti pompa celup…

Seandainya perilaku media penyaring yang hendak dibuat membutuhkan ketenangan air, berarti, keberadaan pompa celup sebagai sarana pendukung untuk mengatur lalu-lintas aliran air di dalam tabung filter, harus dihilangkan. Karena penggunaan pompa celup akan membuat kondisi air menjadi terus aktif bergerak.

Pompa celup, seperti yang biasa anda temukan terpasang di akuarium, merupakan perangkat terbaik yang dapat digunakan untuk memaksa air bergerak memasuki tabung filter. Air akan masuk secara konsisten ke dalam tabung. Setiap kotoran yang terbawa masuk bersama aliran air akan terus tersaring dan diam di dalam tabung. Sehingga, air yang dikeluarkan dari dalam tabung sudah pasti dalam kondisi relatif lebih bersih dari sebelum masuk ke dalam tabung.

Lalu, bagaimana caranya agar air dapat masuk berulang kali ke dalam tabung filter tanpa bantuan pompa celup yang mengarahkannya?

Kemudian, saya mencoba cara berpikir berbeda, yaitu menggunakan tabung filter air tambahan sebagai pengganti pompa celup. Sehingga, pengulangan proses penyaringan air dibuat untuk bisa dilakukan beberapa kali menggunakan beberapa tabung filter dalam sekali jalan saja.

Jadi, air yang ada di bak penampungan tidak diputar masuk-keluar untuk disaring pada tabung yang sama. Melainkan, air keluaran dari pipa PDAM langsung dialirkan untuk ditampung ke dalam sebuah tabung untuk di saring. Air hasil penyaringan ini dimasukkan ke dalam tabung berbeda untuk kembali disaring. Dengan demikian, air yang keluar setelah melewati tabung filter terakhir, setidaknya diharapkan, memiliki kandungan debu air sesedikit mungkin ketika masuk dan bercampur dalam bak penampungan.

Menyatukan kedua alternatif menjadi satu paket…

Kini, ada dua alternatif sebagai bahan dasar untuk membuat satu produk filter air. Yaitu beberapa tabung sebagai wadah proses menyaring kotoran dan teknik mengendapkan kotoran di setiap tabung sebagai media penyaring kotoran. Tinggal dipikirkan bagaimana cara menggabungkan kedua “bahan dasar” tersebut agar bisa menghasilkan air (yang relatif lebih) bersih.

Setelah melamun dan berkhayal cukup lama mengenai kinerja filter yang diidamkan, seperti di bawah inilah kira-kira konsep kerja filter yang di harapkan :

Jika air dari PDAM diarahkan langsung ke dalam tabung filter, maka tidak selamanya air dalam tabung dalam keadaan terus mengalir. Karena aliran baru akan terjadi ketika ada pemakaian oleh penghuni rumah. Seandainya arah aliran air dalam tabung ini dapat disebar, maka kekuatan gelombang yang semula terfokus akan ikut tersebar. Sehingga, begitu aliran air berhenti karena tidak ada pemakaian, kondisi air dalam tabung lebih cepat menjadi tenang. Hal ini memberikan satu kondisi dimana kotoran bisa lebih cepat turun dan mengendap.

Kapas penyaring, bisa difungsikan sebagai bahan / media pemecah fokus aliran air yang sangat efektif. Dengan begitu, seraya menyebarkan fokus kekuatan aliran air, kotoran akan dihadang dan ditampung oleh kapas penyaring saat terjadi aliran air dalam tabung. Ketika tidak ada pemakaian air, maka aliran air dalam tabung akan turut berhenti. Dalam kondisi tidak ada pergerakan di dalam air, kotoran yang masih melayang-layang diharapkan akan turun mengendap di dasar tabung dengan sendirinya.

Jadi, sebagian besar ruang dalam tabung, difungsikan sepenuhnya sebagai penyaring. Sehingga, air yang ada di sekitar permukaan, kondisinya bisa dipastikan jauh lebih bersih sebelum dialirkan ke tabung selanjutnya. Seandainya proses ini dikerjakan hingga beberapa kali untuk air yang sama di tabung berbeda, maka air hasil penyaringan terakhir bisa beberapa kali lipat lebih bersih kondisinya.

 

Selanjutnya⇒

%d bloggers like this: