Kipas Angin : Ceiling Fan

halaman 3 dari 3

Membuat mini ceiling fan lebih nyaman dipakai

Meski pun memiliki ukuran fisik dan fitur sangat “mini”, bukan berarti memakai mini ceiling fan merupakan sebuah harga mati yang sudah pasti tidak nyaman digunakan. Perangkat ini bisa menghasilkan kenyamanan saat digunakan dengan cara pemakaian tertentu.

1. Memasang perangkat pada ruangan terpisah.

Memposisikan mini ceiling fan di ruangan berbeda, bukan berarti tindakan sia-sia. Misalnya, mini ceiling fan terpasang di area dapur dan anda berada di ruangan keluarga. Selama ada akses langsung dalam keadaan terbuka (pintu / jendela / lubang angin) antara dapur dengan ruang keluarga, anda akan merasakan sensasi pergerakan udara dari mini ceiling fan di dapur. Demikian juga sebaliknya.

Jadi, jika anda berniat menggunakan perangkat ini, sebaiknya jangan hanya satu unit saja terpasang di sebuah ruangan. Seperti contoh tadi, seandainya anda memasang satu di dapur, usahakan juga memasang satu unit di ruang keluarga. Keduanya dapat digunakan bergantian dan berlawanan dengan ruangan yang anda sedang / akan tempati lebih lama.

2. Membalikkan posisi bilah daun kipas.

Default / standar pemasangan bilah daun dari mini ceiling fan adalah mengayuh udara ke area bawah ruangan. Seandainya bilah daun kipas dipasang terbalik akan mengubah posisi “lekuk mengayuh udara” menjadi menghadap ke atas. Lekuk mengayuh udara seperti itu, walau pun rotasi putaran mesin tidak berubah, akan mengurangi cukup banyak fokus arah hembusan udara ke area bawah ruangan yang digerakkan bilah daun kipas saat mesin berputar.

Saya memasang pita di area sisi sekitar kipas untuk mengetahui arah angin yang dihembuskan antara bilah daun kipas terpasang normal dan terbalik. Pita bergerak lebih aktif dengan kondisi bilah daun kipas dipasang terbalik. Dengan kata lain, fokus angin lebih banyak menyebar ke area samping sekitar kipas daripada ke area di bawah kipas. Sensasi yang dihasilkan terasa menjadi lebih halus dibandingkan posisi bilah daun kipas terpasang normal.

3. Menambahkan perangkat pengatur kecepatan kipas angin

Beberapa informasi di internet menyatakan gerak putaran sebuah kipas dapat diatur dengan menambahkan rangkaian elektronik buatan sendiri. Ada juga yang menyatakan untuk menggunakan “dimmer” lampu. Saya tidak mengerti mengenai elektronika dan belum mencoba menggunakan dimmer lampu untuk diterapkan memperlambat putaran motor mini ceiling fan. Mungkin, suatu hari nanti saya akan mencoba menggunakan dimmer lampu untuk menjadikan kinerja mini ceiling fan di rumah lebih “manusiawi”.

4. Membuat bilah daun kipas baru

Untuk cara nomor empat ini, belum lama saya kerjakan (kwartal terakhir tahun 2013). Namun, setelah beberapa minggu pemakaian, saya mendapatkan cara tersebut (membuat bilah baling-baling terbalik) menjadikan pemakaian mini-ceiling-fan terasa nyaman untuk diterapkan sehari-hari di rumah. Bahkan, berdasarkan pengalaman ber-eksperimen membentuk sirkulasi udara di rumah yang cukup lama telah saya kerjakan, pemakaian mini-ceiling-fan berbilah baling-baling terbalik adalah cara terbaik untuk membentuk dasar sirkulasi udara di rumah.

Dua teknik memperlakukan mini ceiling fan pertama di atas, telah saya praktekkan pada sebuah rumah di Jakarta. Hasilnya, “jauh lebih nyaman” dibandingkan menggunakan model kipas angin berbeda. Walau suhu udara tetap sama sebelum dan setelah pemasangan perangkat ini, sensasi pada permukaan kulit tubuh tidak terasa “lengket” akibat keringat seperti biasa bereaksi yang disebabkan suasana pengab dalam ruangan.

Kualitas perangkat mini ceiling fan

Perbedaan harga mini ceiling fan yang tidak terlalu besar antara satu merk dengan merk lainnya, bukan berarti semua perangkat tersebut memiliki kualitas mirip. Terutama pada tingkat kebisingan suara mesin motor pemutar kipas. Sulit untuk menentukan sejauh mana tingkat kebisingan yang dihasilkan oleh mesin motor dari sebuah unit kipas angin. Hal tersebut sangat ditentukan oleh kejujuran dari toko penjual unit kipas angin.

Hingga saat ini, saya belum mengetahui bagaimana cara mengurangi kebisingan mesin motor kipas saat sedang dioperasikan. Cara termudah adalah menggantinya dengan unit baru dengan model dan merk berbeda.

Sebelum anda memutuskan untuk mencoba…

Kembali saya tekankan disini, kipas angin (apa pun modelnya) tidak dapat berfungsi menurunkan suhu ruangan layaknya AC. Kita tidak dapat menyamakan hasil kinerja AC dengan kipas angin. Kondisi ruangan yang dibutuhkan saat pengoperasian kedua perangkat tersebut juga berbeda. Kipas angin membutuhkan akses dengan ruang terbuka, sedangkan AC sebaliknya.

Perbedaan harga yang sangat drastis antara kipas angin dan AC, tidak menjadikan kualitas salah satu perangkat tersebut menjadi lebih baik atau pun buruk. Jika kita bisa mengatur penggunaan masing-masing perangkat sesuai waktu dan kebutuhan, maka manfaatnya akan sama, yaitu : menambah keadaan lebih nyaman saat berada di rumah.

Tertarik untuk (tetap) mencoba?

Semoga bermanfaat…!

Memahami Perilaku Listrik sehari-hari di Rumah

%d bloggers like this: