Kipas Angin : Ceiling Fan

halaman 2 dari 3

Ceiling Fan dan kipas angin lainnya

Dengan konsumsi daya rata-rata sama antara masing-masing model kipas, tidak menjadi berarti semua kipas menghasilkan sensasi yang juga sama. Awalnya, saya pun berpendapat tidak ada perbedaan cukup significant dari kinerja masing-masing model kipas. Ternyata pendapat itu salah. Perbedaan itu saya rasakan setelah menggunakan ceiling-fan untuk pertama kalinya.

Ceiling-fan atau kipas langit-langit, saat ini beredar dalam dua ukuran fisik, yaitu : standar dan mini. Jenis perangkat yang saya gunakan pertama kali (1990) adalah berukuran standar karena saat itu memang belum diproduksi perangkat berukuran mini. Perangkat tersebut saya tinggalkan ketika pindah rumah.

Ceiling-fan standar (contemporary ceiling fan), walau pun berukuran besar, dapat menghasilkan sensasi angin yang lebih halus daripada model kipas angin lainnya. Angin yang dihasilkan menyebar rata ke seluruh ruangan secara konstan. Ukurannya yang besar, menjadikan konsumsi daya ceiling fan standar berada di atas rata-rata model kipas angin pada umumnya (75 Watt s/d125 Watt). Harga termurah ceiling fan standar saat ini dimulai dari kisaran Rp. 1.500.000,-. Cukup mahal, namun setara dengan kinerja yang dihasilkan.

Ceiling fan kecil (mini ceiling fan)

Gambar : Mini Ceiling Fan

Walau pun ceiling fan kecil (mini ceiling fan) sudah cukup lama beredar di pasaran, baru sekitar akhir tahun 2013 saya membeli dan mencobanya. Tidak ada niat atau maksud apa pun, hanya untuk “memuaskan” rasa penasaran saja melihat perangkat itu banyak digunakan oleh para pemilik toko yang letaknya di basement Mangga Dua Jakarta. Cukup mengherankan jika melihat para pedagang di sana dapat bertahan menghadapi hawa pengap basement dengan bantuan perangkat sekecil itu.

Perangkat ini sangat mudah ditemukan karena banyak dijual di toko listrik / elektronik. Harga rata-rata mini ceiling fan per unit-nya Rp. 30.000,- s/d Rp. 40.000,-. Harga yang relatif untuk perangkat listrik saat ini…, cukup murah. Dengan konsumsi daya listrik berada pada kisaran antara 15 Watt s/d 30 Watt, perangkat tersebut benar-benar mempunyai daya tarik tersendiri.

Berbeda dengan produk pendahulunya (ceiling fan standar), mini ceiling fan tidak dilengkapi fitur pengatur putaran kecepatan kipas sama sekali. Hanya nyala-mati (ON – OFF) saja. Jadi, begitu dinyalakan, kekuatan angin dari udara yang dihembuskan harus “dipasrahkan” dan semaunya kipas angin itu sendiri. Tidak ada pilihan atau cara lain untuk mengaturnya.

Berbeda dengan ceiling fan standar yang memiliki pengatur putaran kecepatan kipas. Sehingga, walaupun berukuran besar, selama pemakaian perangkat tersebut terasa lebih “manusiawi” dibandingkan yang berukuran kecil.

Efek perbedaan ukuran ceiling fan

Bilah daun kipas dari ceiling fan standar yang besar, cenderung lebih mampu “mengayuh” udara di samping kipas dengan jarak lebih jauh. Bentuk dasar dengan ukuran bilah daun kipas yang besar ini menghasilkan hembusan udara lebih melebar (menyebar / tidak terfokus).

Beberapa model konstruksi kemiringan bilah daun kipas mampu mengayuh udara yang menghasilkan gerakan udara relatif lebih merata ke seluruh ruangan. Sehingga, meski pun dipasang di ruangan relatif berukuran kecil (3 x 3), perangkat ini masih terasa nyaman digunakan. Dengan kecepatan putaran kipas paling kecil, perangkat ini dapat menghasilkan sensasi pergerakan udara mirip dengan angin di luar ruangan (alami).

Kekurangan terbesar dari ceiling fan standar adalah fisiknya itu sendiri yang berukuran besar. Terlihat tidak pantas / nyaman jika dipasang di ruangan berukuran kecil. Hal itu, berbanding terbalik dengan kondisi yang dimiliki mini ceiling fan.

Ukuran fisik mini ceiling fan yang kecil, menjadikannya seolah-olah pantas diposisikan dalam sebuah kamar. Namun, hembusan udara yang dihasilkan, sangat jauh dari rasa nyaman. Jadi, jangan dikecohkan dengan manis penampilan fisiknya belaka.

Perbedaan fisik perangkat disertai kecilnya ukuran bilah daun kipas merupakan salah satu penyebab mini ceiling fan memiliki hembusan lebih kuat daripada pendahulunya. Memasang mini ceiling fan mirip dengan memasang box fan di atas ruangan yang difokuskan ke satu titik di bawah ruangan.

Tanpa dilengkapi fitur pengatur putaran kecepatan kipas (hanya ON atau OFF saja), membuat mini ceiling fan semakin kurang nyaman jika dipasang terlalu lama. Walaupun kecepatan putaran kipas tidak sekencang box fan, letaknya yang menggantung di langit-langit ruangan menghasilkan hembusan udara terasa jauh lebih kuat.

Memasang ceiling fan di rumah

Ketika saya membeli ceiling-fan standar, pemasangan dilakukan oleh teknisi yang dikirim oleh toko penjual perangkat tersebut. Saya tidak mau mengambil resiko terjadi “kesalahan pemasangan” untuk perangkat semahal itu. Harga ceiling fan standar pada tahun 1990 adalah Rp. 500.000,- dengan kurs Rupiah terhadap Dollar berada di kisaran Rp. 1.000,- s/d Rp. 1.500,-. Semua kebutuhan sudah dipersiapkan atas inisiatif toko. Saya tinggal terima jadi.

Gambar : Sekrup Tanda Tanya

Sedangkan untuk memasang unit mini ceiling fan sangatlah mudah. Hanya perlu membuat panjangan stop kontak baru menggunakan kabel (serabut / tunggal) 2 x 0,75 mm. Gunakan stop kontak gantung untuk menancapkan steker mini ceiling fan. Sedangkan untuk steker panjangan stop kontak, gunakan steker ber-saklar agar bisa lebih mudah menyala-matikan kipas.

Karena perangkat ini hanya dilengkapi “kait gantungan“, maka diperlukan “sekrup tanda tanya” sebagai dudukan tempat kipas menggantung. Setelah sekrup tanda tanya terpasang, kait gantungan perangkat harus diikat menggunakan “kawat pengikat kabel“.

Jangan abaikan tindakan mengikat kait gantungan pada sekrup tanda tanya, karena kipas memiliki kecenderungan terjatuh saat sedang dioperasikan. Guna merapikan kabel, dibutuhkan “clamp kabel” agar kabel tidak menjuntai.

 

Selanjutnya⇒

Memahami Perilaku Listrik sehari-hari di Rumah

%d bloggers like this: