halaman 3 dari 3

Perbedaan Kinerja Pompa Sumur Dangkal berdasarkan ketinggian Tangki

Saya mencoba men-terjemah-kan kemampuan mesin pompa sumur dangkal mendistribusikan air ke ketinggian tertentu dengan menggunakan nilai rupiah. Disini, saya mencoba me-rupiah-kan jumlah pemakaian listrik dari lama waktu nyala pompa mendistribusikan air. Dari hasil nilai yang didapatkan, akan tergambar : berapa ketinggian tangki untuk bisa diperoleh biaya pemakaian listrik terendah dengan jumlah distribusi air terbanyak yang bisa dialirkan pompa ke dalam tangki.

Data-data kinerja dan kemampuan pompa berasal dari spesifikasi yang tertera di buku manual satu merk pompa air sumur dangkal. Spesifikasi ini bisa dijadikan acuan secara umum untuk pompa yang memiliki kemampuan daya hisap maksimal 9 meter dan daya dorong antara 20 s/d 30 meter. Kemampuan rata-rata pompa mendistribusikan air pada pipa keluaran sepanjang 4 s/d 6 meter adalah 25 s/d 35 liter per menit. Seandainya pipa keluaran diganti dengan panjang 20 meter, maka jumlah air yang bisa didistribusikan menjadi berkurang, yaitu sekitar 10 liter per menit. Konsumsi listrik untuk spesifikasi pompa sumur dangkal seperti itu, rata-rata berada di kisaran 350 s/d 500 Watt per jam.

Sehingga, dengan menggunakan produk pompa yang sama, posisi tangki air di rentang pipa 5 meter akan lebih cepat terisi penuh dibandingkan tangki dengan rentang pipa 20 meter. Hal tersebut akan ber-imbas pada konsumsi daya listrik pompa. Tangki pada rentang pipa 5 meter akan meng-konsumsi listrik pompa lebih sedikit di banding tangki di rentang pipa 20 meter, karena waktu yang dibutuhkan untuk proses mendistribusikan dan pengisian air ke dalam tangki di rentang pipa 5 meter lebih cepat dibanding 20 meter. Nilai tarif listrik yang saya gunakan adalah Rp. 1.394,- per kWh dengan kapasitas tangki 1 m³ (1000 liter).

Contoh 1 : Tangki di ketinggian 5 meter.

Perhitungan konsumsi listrik pompa berdaya 350 Watt ~ 28 liter per menit untuk mengisikan air pada tangki 1000 liter dengan rentang pipa 5 meter.

Waktu yang dibutuhkan untuk mengisi tangki : 1000 / 28 = 35,71 menit

Jumlah pemakaian listrik selama mengisi tangki : 0,35 x 35,71 / 60 = 0,21 kWh per setiap kali pengisian.

Jika di rupiah kan menjadi : 0,21 x Rp. 1.394,- = Rp. 292,74,-

Contoh 2 : Tangki di ketinggian 20 meter.

Perhitungan konsumsi listrik pompa berdaya 350 Watt ~ 10 liter per menit untuk mengisikan air pada tangki 1000 liter di rentang pipa 20 meter.

Waktu yang dibutuhkan untuk mengisi tangki : 1000 / 10 = 100 menit.

Jumlah pemakaian listrik selama mengisi tangki : 0,35 x 100 / 60 = 0,58 kWh per setiap kali pengisian.

Jika di rupiah kan menjadi : 0,58 x Rp. 1.394,- = Rp. 808,52,-

Jika panjang dari 20 meter pipa dibagi dua menjadi 10 meter, maka kekuatan pompa mendistribusikan air berada di besaran volume sekitar 19 liter per menit. Pada besaran nilai panjang pipa tersebut, maka perhitungannya menjadi sebagaimana deskripsi Contoh 3 berikut :

Contoh 3 : Tangki di ketinggian 10 meter.

Perhitungan konsumsi listrik pompa berdaya 350 Watt ~ 19 liter per menit untuk mengisikan air pada tangki 1000 liter di rentang pipa 10 meter.

Waktu yang dibutuhkan untuk mengisi tangki : 1000 / 19 = 52,6 menit

Jumlah pemakaian listrik selama mengisi tangki : 0,35 x 52,6 / 60 = 0,31 kWh per setiap kali pengisian.

Jika di rupiah kan menjadi : 0,31 x Rp. 1.394,- = Rp. 432,14,-

Dari ketiga contoh, kita bisa melihat bahwa perbedaan panjang pipa keluaran pompa akan membuat besaran volume air yang harus didistribusikan berbeda-beda. Kita bisa mendapatkan gambaran lebih mudah atas perbedaan itu dari nilai biaya listrik pemakaian pompa. Dengan begitu, kita bisa mengetahui berapa ketinggian tangki yang harus dipasang untuk menyesuaikan kemampuan pompa yang paling efektif.

Bisakah dibuat hitungan terbalik, dimana ketinggian tangki sudah ditetapkan terlebih dulu agar diperoleh gambaran kemampuan pompa yang dibutuhkan?

Tentu saja bisa!

Namun, hitungan seperti itu tidak berlaku untuk merujuk pada kemampuan pompa yang beredar dipasaran. Dan juga, dibutuhkan pemahaman lebih baik dari kerja mesin pompa secara teknik. Pengetahuan saya tidak mencapai hingga kapasitas setinggi itu.

Menentukan Garis Besar Kekuatan Pompa Sumur Dangkal

Pemahaman yang sering dijadikan acuan oleh para mayoritas konsumen terhadap produk pompa sumur dangkal adalah kekuatan pompa dalam menghisap air. Sedikit yang memerhatikan mengenai kekuatan pompa dalam mendorong air. Hal itulah yang menjadi salah satu penyebab banyaknya kekeliruan dalam membeli produk pompa sumur dangkal menjadi tidak sesuai dengan yang diharapkan.

Sebenarnya, jarak pipa hisap sepanjang 9 meter, telah menjadi standar maksimal dari produk pompa sumur dangkal pada umumnya. Untuk kekuatan menghisap di atas dari 9 meter, lebih disarankan untuk menggunakan produk pompa sumur dalam. Sehingga, bisa diperkirakan bahwa besar-kecilnya nilai konsumsi daya listrik yang dibutuhkan oleh sebuah produk pompa sumur dangkal, akan mengarah pada besar-kecilnya kekuatan pompa untuk mendorong (bukan menghisap) air.

Jadi, seandainya Anda menemukan sebuah produk pompa sumur dangkal dengan konsumsi listrik yang besar, coba perhatikan spesifikasi kemampuan pompa mendorong air. Informasi dari spesifikasi pompa tersebut menunjukkan seberapa besar kekuatannya untuk bisa mengakomodasi kebutuhan distribusi air berdasarkan jarak panjang pipa antar tangki. Atau, dari tangki ke seluruh jaringan pipa di rumah sebagaimana yang anda harapkan.

Bijaksana dalam Pemakaian Air…

Memasang tangki air di rumah, secara umum, memang akan lebih banyak sisi menguntungkan daripada merugikan. Namun, tindakan itu harus disertai dengan perencanaan yang matang secara menyeluruh dalam hal pendistribusian air yang masuk dan keluar tangki.

Membuat menara tangki air tidak serta-merta akan mengefisienkan biaya listrik nyala pompa dan biaya pemakaian air di rumah. Karena, untuk mendapatkan efisiensi pemakaian listrik pompa mendistribusikan air ke dalam tangki, bukan sekedar rentang jarak antara pompa dengan tangki saja yang perlu diperhatikan. Melainkan juga cepat-lambatnya penyusutan air dalam tangki akibat pemakaian air oleh penghuni rumah.

Jika kita berusaha menekan pemakaian listrik dari nyala pompa mendistribusikan air ke tangki dengan mengefektifkan rentang jarak antara pompa dengan tangki, maka kita pun harus mengefektifkan pemakaian air di dalam rumah. Dengan demikian, air dalam tangki tidak cepat terkuras habis. Efeknya, frekuensi nyala pompa menjadi berkurang untuk mengisi air ke tangki.

Itu bisa dikerjakan dengan memperkecil diameter pipa keluaran dari tangki ke jaringan pipa dalam rumah dan mengatur besaran tekanan aliran air yang didistribusikan dari tangki ke keran air dalam rumah sesuai kebutuhan pemakaiannya.

Anda bisa menggunakan teknik pendistribusian air sebagaimana yang dijelaskan pada artikel Memasang Tangki Air di Rumah. Disitu dijelaskan bahwa untuk pemakaian air sehari-hari pada umumnya, tidak harus selalu disertai dengan tingginya tekanan aliran air. Seandainya terdapat pemakaian air yang membutuhkan tekanan air yang tinggi, bisa diatasi dengan memasang pompa tambahan di jalur outlet tangki.

Semoga bermanfaat! 🙂