halaman 2 dari 3

Menara Air membuat Pemakaian Air semakin Boros???

Menggunakan menara air pasti akan lebih menghemat listrik dibanding tanpa menggunakan menara.


Anda bisa membaca uraian perbandingan perhitungan pemakaian listrik pompa air dengan dan tanpa menara di artikel Benarkah Pakai Tangki Air jadi Hemat Listrik?


Namun demikian, anda harus mengerti bahwa pompa akan menyala jika tangki kosong. Hal apa yang membuat tangki menjadi kosong adalah karena terjadi pemakaian air di dalam rumah. Semakin cepat tangki menjadi kosong, maka semakin sering pompa menyala untuk mengisikan air kembali ke dalam tangki.

Efektifitas jalannya aliran air yang masuk ke tangki di menara air, juga berlaku dan akan selalu dibarengi dengan efektifitas jalannya aliran air yang keluar dari tangki ke dalam rumah. Kondisi tersebut akan memperkecil hambatan aliran air yang masuk ke rumah. Dengan demikian, setiap kali keran di dalam rumah dibuka, peluang air terbuang secara sia-sia menjadi lebih besar dibanding tangki yang diletakkan di dak rumah.

Kondisi itulah yang sebenarnya perlu diperhatikan sebelum kita memutuskan untuk memasang tangki dengan menggunakan menara. Perhitungan ketinggian menara yang berlebihan akan berdampak pada kecenderungan pemakaian air yang boros dan besarnya konsumsi listrik pompa untuk mengisikan tangki.

Kekuatan dorongan air : Menara vs Dak Rumah

Dari perbedaan fisik bentuk ruang yang harus dilalui pipa antara tangki yang diletakkan di atas menara dengan dak rumah, akan membuat jarak panjang pipa yang terpasang untuk tangki di menara menjadi jauh lebih pendek dibanding tangki di dak. Kondisi tersebut secara otomatis akan memengaruhi pada tingginya tingkat efektifitas proses selama mendistribusikan air ke dalam tangki di menara. Dan itu berlaku pada semua teknik skema pemipaan, baik yang menggunakan sumur maupun tangki air sebagai sumber dari air yang hendak didistribusikan ke dalam tangki di menara.

Meskipun ketinggian tangki di menara lebih rendah dibanding tangki yang diletakkan di dak bagian atas rumah, bukan berarti kekuatan dorongan air keluaran dari tangki di menara tidak sekuat keluaran air dari tangki di dak. Air keluaran tangki di menara akan tetap meluncur lebih deras. Hal itu disebabkan pipa keluaran tangki terpasang vertikal secara garis lurus tanpa berkelok arah di tengah jalur pipa.

Selain itu, area posisi jaringan pipa dalam rumah, umumnya, dibuat dan terpasang di area lantai. Jarang jaringan pipa air sengaja dipasang di area langit-langit rumah. Kondisi jaringan pipa yang terpasang di area lantai seperti itu, membuat kekuatan dorongan air yang dihasilkan dari tangki di menara tidak akan banyak berubah saat tiba dan keluar dari moncong keran.

Bisa dibayangkan derasnya dorongan air yang dihasilkan seandainya diameter pipa keluaran tangki menggunakan ukuran yang lebih besar. Namun, kembali pada awal tujuan meningkatkan efektifitas dan efisiensi pemakaian pompa mendistribusikan air ke tangki atas. Semakin deras air yang keluar dari dalam tangki, akan semakin memperbesar kecenderungan air terbuang sia-sia. Dampaknya akan membuat pompa sering menyala untuk mengisikan air tangki atas.

Jarak dimana menara diletakkan juga turut berperan memengaruhi kekuatan dorongan air. Semakin jauh letak menara dari rumah, maka kekuatan dorongan yang dihasilkan akan semakin berkurang.

Memasang menara di permukaan dak

Untuk memperkuat tekanan keluaran air dari tangki yang dipasang di dak, bagaimana seandainya jika di permukaan dak dipasang menara air?

Diluar kasus tingkat efektifitas dan efisiensi kinerja pompa mendistribusikan air dari bawah ke atas, dorongan air yang dihasilkan dari tangki yang dipasang pada menara air di dak ke jaringan pipa dalam rumah, sudah tentu jauh lebih kuat daripada dorongan air dari menara yang diposisikan di permukaan tanah.

Asumsikan struktur fondasi bangunan rumah di area dak memang diperuntukkan menahan beban untuk kasus “me-menara-kan tangki”, maka pertanyaan berikutnya dari “me-menara-kan tangki” di dak adalah proses yang harus dikerjakan dalam pemeliharaan dan perawatan tangki di kemudian hari.

Mengapa hal tersebut perlu untuk dipertimbangkan?

Kekuatan tekanan keluaran air dari tangki akan terasa normal pada rumah satu lantai jika tangki berada diketinggian 6 meter dari permukaan tanah. Atau, sekitar 3-4 meter dari permukaan dak. Dengan demikian, tinggi menara yang dibutuhkan untuk diletakkan di permukaan dak pada rumah satu lantai, berada dikisaran 3-4 meter.

Hal serupa juga berlaku bagi rumah dua lantai. Tinggi menara 3-4 meter di permukaan dak akan menjadikan kekuatan tekanan keluaran air dari tangki terasa normal di area lantai kedua.

Artinya, jika kita hendak memenarakan tangki air di dak rumah dua lantai, tangki akan berada pada ketinggian minimum 9 meter dari permukaan tanah.

Jika kita memiliki kesulitan untuk menangani pemeliharaan dan perawatan tangki di ketinggian tertentu, sebaiknya urungkan niat untuk memenarakan tangki di dak. Tidak banyak orang yang dapat diandalkan untuk bisa bekerja di tempat dengan ketinggian tertentu. Kalau pun ada, dan bukan kita sendiri yang mengerjakannya, sebaiknya kita bisa memercayai bahwa pekerjaan yang dilakukan adalah benar adanya. Seperti misalnya memasang, memperbaiki atau mengganti RADAR pada tangki.

Ada tiga hal yang harus diperhatikan saat melakukan pekerjaan yang berhubungan dengan RADAR pada tangki pada minimal ketinggian di atas 6-7 meter dari permukaan tanah, yaitu :

  1. kekuatan angin
  2. listrik
  3. air

Akan fatal akibatnya jika ada hal yang berhubungan dengan salah satu dari ketiga faktor tersebut tidak sengaja terabaikan saat pengerjaan RADAR sedang dilakukan.

Selanjutnya⇒