Category Archives: Antena

Zirah Antena : Double Donat dan Cone Cake

Beginilah urutan perkembangan eksperimen terkait Zirah Antena dari model terawal hingga terkini:

Zirah Antena ~ INT-01


Zirah Antena + Torus tanpa Kerucut ~ INT-02


Double Donat (Torus bertingkat) ~ INT-03


Cone Cake (Zirah Antena + Torus dengan kerucut) ~ INT-04


Bold Bread ~ INT-05

Dua model pertama, telah saya ceritakan sebelumnya pada artikel : Zirah Antena…. dan artikel…. Zirah Antena: Repeater tanpa Listrik?

Cerita di bawah ini merupakan garis besar pembahasan eksperimen tiga unit terakhir yang saya kerjakan selama dua bulan belakangan. Continue reading Zirah Antena : Double Donat dan Cone Cake

Zirah Antena: Repeater tanpa Listrik?

Rencana membuat standar ukuran Zirah Antena terpaksa saya batalkan setelah performanya menurun secara bertahap. Sekitar tiga minggu setelah artikel Koneksi Internet dan Zirah Antena dipublikasikan, performa Zirah Antena berada di level terburuk. Akses internet berlangsung sengsara sepanjang hari. Baik di waktu siang maupun malam bahkan di waktu subuh.

Ada dua pilihan yang bisa ditempuh: membuangnya atau merekonstruksi semua perihal tentang Zirah Antena. Pilihan untuk membuang terlihat jauh lebih mudah dan realistis karena saya memang tidak memiliki kapabilitas di bidang teknologi antena.

Namun, tetap saja ada rasa tidak rela untuk membuang semua itu begitu saja. Pengalaman dimana Zirah Antena dapat meningkatkan kualitas akses internet secara signifikan, memberikan saya satu pemahaman bahwa adalah mungkin untuk memperbesar jalur akses internet di lokasi yang sebelumnya sulit dijamah sinyal internet.

Sepertinya, saya perlu menelusuri kembali foto-foto dokumentasi selama pengembangan Zirah Antena. Mungkin ada bagian terlewati yang kemudian mengakibatkan performanya terjun bebas tanpa sebab yang jelas. Continue reading Zirah Antena: Repeater tanpa Listrik?

Koneksi Internet dan Zirah Antena

“Beneran yang begituan bisa nambah (kuat) sinyal (internet)? Apa bedanya sama antena yang biasa?”, tanya seorang rekan saat melihat Zirah Antena yang terpasang di rumah saya.

Merupakan sebuah reaksi rasa tidak percaya yang sudah sewajarnya bagi siapapun yang pernah berurusan dengan situasi koneksi internet yang lelet.

Karena, kalau berbicara tentang antena, kuncinya terletak dan akan (hampir) selalu bermuara pada faktor lokasi. Sebaik apapun kualitas sebuah antena, akan ditentukan pada lokasi tempat antena itu dipasang. Hal serupa juga berlaku bagi antena modem nirkabel. Itu alasan yang pertama.

Alasan kedua, tidak ada sambungan langsung secara fisik yang menghubungkan antara antena modem dengan Zirah Antena. Dengan kondisi seperti itu, bagaimana bisa kedua perangkat tersebut bisa saling memengaruhi? Continue reading Koneksi Internet dan Zirah Antena

Membuat Zirah Antena

Ada 3 bagian terpisah dimiliki Zirah Antena :

1. Kumparan donat (besar dan kecil)
2. Kaki penyangga
3. Kerucut (besar dan kecil)

1. Kumparan donat

Kumparan donat ini saya namakan Torus, karena memang dari situ asal ide pembuatannya. Torus ini terdiri dari tiga bagian, yaitu :

1. lingkar kawat (tembaga) dengan diameter lingkaran 16,5 cm
2. kawat (tembaga) berulir besar
3. kawat (tembaga) berulir kecil

Bahan untuk membuat lingkar kawat adalah kawat tembaga 2,5 mm sepanjang 1,15 meter, bahan ulir besar adalah kawat tembaga 1,5 mm sepanjang 7 meter dan bahan ulir kecil adalah kawat tembaga 1,5 mm sepanjang 5 meter. Continue reading Membuat Zirah Antena

Zirah Antena

Pernah merasa kesal “teramat sangat” saat menunggu respon internet yang tak kunjung tampil di layar handphone/laptop?

Di rumah, saya menggunakan modem USB dan wireless router untuk berinternet. Dengan begitu, satu sim card dapat dimanfaatkan untuk melayani kepentingan berinternet beberapa perangkat secara bergantian. Untuk memperkuat tangkapan sinyal, modem USB diberi tambahan antena portable.

Lebih dari 5 tahun terakhir saya menggunakan jaringan nirkabel 3 (Three). Kualitas respon network yang inkonsisten sudah menjadi branded mereka. Hanya karena produk Always On (kuota internet tidak pernah hangus) yang menjadikan saya bertahan menggunakan jaringan ini.

Menggunakan jaringan provider lain, merupakan cara paling gampang untuk bisa memperoleh layanan lalulintas data nirkabel yang memadai di hampir setiap kondisi. Namun tentu saja ada cerita dan prasyarat tersendiri untuk itu. Bagi saya, bukan masalah pada mahalnya harga kuota internet, tapi sisa kuota yang selalu dibuat hangus menjadi pertimbangan utamanya.

Dengan demikian, ada konsekuensi yang harus saya terima dari menggunakan jaringan 3, yaitu respon network yang lemot dan tidak konsisten.

Nah…, Zirah Antena hasil DIY ini, bisa “sedikit” mengobati permasalahan berinternet yang saya alami.
Continue reading Zirah Antena