Mudah membuat Kopi pakai Percolator Coffee Maker

Ketika rutinitas menyeduh kopi 6 kali dalam sehari sudah mulai terasa merepotkan, alternatif menggunakan coffee maker sebagai penggantinya mulai terpikirkan di kepala saya. Saat itu, sekitar tahun 2003, internet masih bukan tempat yang ramah untuk menemukan barang murah. Sebagai gantinya adalah dengan mengunjungi setiap toko perabot rumah tangga dan peralatan dapur yang dijumpai. Meski memakan waktu lama dan banyak tenaga, itu merupakan cara terbaik untuk mendapatkan barang murah berkualitas lumayan.

Selama waktu berjalan, hot-pot (termos listrik) merupakan salah satu perangkat dapur yang juga menarik perhatian saya. Sampai kemudian, hot-pot sempat menjadi alternatif penghasil air panas untuk saya menyeduh kopi. Hingga saat ini, meskipun sudah tidak lagi menggunakannya, saya masih menganggap hot-pot merupakan alternatif terbaik penghasil air mendidih bertenaga listrik sebagai ganti memasak air di atas kompor untuk menyeduh kopi.

Sekitar tahun 2005, salah satu toko perabot rumah tangga yang saya kunjungi menawarkan dua model coffee maker : percolator dan drip. Ada juga yang coffee maker tanpa listrik, namun saya lebih memfokuskan pada yang menggunakan tenaga listrik. Perbedaan harga yang jauh lebih murah, membuat pilihan cenderung tertuju pada percolator. Continue reading “Mudah membuat Kopi pakai Percolator Coffee Maker”

Iklan

Takaran membuat Secangkir Kopi Seduh

Secangkir kopi… Sebuah minuman yang begitu digemari banyak orang di seluruh dunia dan telah menjadi bagian dari gaya hidup para penikmat nya.

Disisi yang sama, anggapan sebagian orang tentang kopi indentik dengan minuman yang tidak memiliki manfaat pada kesehatan tubuh. Namun, pandangan tersebut nampaknya sama sekali tidak berpengaruh bagi para penikmat kopi.

Kopi juga telah menjadi bagian dari hidup saya sehari-hari untuk lebih dari 30 tahun terakhir ini. Setiap hari, saya mengkonsumsi ± 1,2 liter (8 cup) kopi (± 60 gram kopi bubuk). Dibuat sekaligus menggunakan coffee maker (percolator coffee maker), untuk bisa dinikmati kapanpun dalam rentang waktu 24 jam. Kopi tidak selalu diminum dalam kondisi hangat / panas. Bahkan lebih banyak dingin, karena kebutuhannya sudah berada di level hanya untuk memenuhi kebutuhan rasa (taste) pahit khas kopi menyentuh permukaan lidah semata.

Dalam kalangan penikmat kopi, saya berada di level hanya sebagai seorang penikmat kopi rumahan biasa. Kopi yang saya minum setiap hari, juga mengandalkan dari produk yang biasa beredar di pasaran.

icon.top.par
Continue reading “Takaran membuat Secangkir Kopi Seduh”