halaman 3 dari 3

Perlukah kita mengetahui besar biaya pemakaian daya?

Besaran nilai biaya yang harus dibayarkan dari pemakaian listrik sebuah perangkat elektronik, cenderung mencerminkan tingkat efektifitas perilaku pemakaian daya dari perangkat elektronik itu sendiri. Dalam hal ini, kita menjadi bisa memiliki prakiraan penilaian atas kecanggihan teknologi yang dimiliki sebuah / beberapa perangkat elektronik dalam hal mengkonsumsi listrik.

Contohnya adalah produk lampu penerangan berjenis LED yang saat ini mulai banyak diperkenalkan. Dengan konsumsi daya sama dengan lampu jenis SL, lampu LED mampu memberikan nyala 30% s/d 40% lebih terang. Daya tahan (umur) lampu yang 5 kali lebih lama dibandingkan lampu SL, sudah tentu akan menjadikan produk lampu LED jauh lebih hemat daripada lampu SL yang hanya dapat bertahan maksimal 3 tahun. Walau pun kondisi harga lampu LED +- 4 kali lebih mahal dari lampu SL berdaya sama, namun lampu LED jauh lebih irit dalam hal pemakaian daya.

Itu adalah sebuah contoh, bahwa besarnya pengeluaran biaya yang harus kita sisihkan untuk mengakomodasi pemeliharaan dan pemakaian daya sebuah perangkat elektronik / listrik, dapat dijadikan parameter tingkat kecanggihan produk tersebut tanpa kita perlu mengetahui / mengerti detail teknologi yang dimilikinya. Kita tidak perlu menjadi seorang ahli di bidang produk dengan teknologi tertentu. Adalah hal yang tidak perlu diragukan lagi, bahwa teknologi apa pun dapat berjalan / berfungsi dengan baik jika didukung dengan jumlah pengeluaran biaya dan energi yang besar. Namun, jika sebuah produk mampu untuk menghasilkan efek lebih besar dengan biaya lebih kecil dari produk sebelumnya, sudah cukup bagi kita memahami keunggulan teknologi dari produk tersebut.

Walaupun demikian, semua itu hanya merupakan dasar bagi kita untuk mendapatkan gambaran awal dari keunggulan teknologi dari sebuah produk. Dalam menentukan pilihan yang sebenarnya, kita tidak dapat hanya berpedoman pada gambaran awal saja.

Dari sisi teknologi, terlihat dengan jelas keunggulan lampu LED dibandingkan lampu SL. Demikian juga dari sisi uang yang harus dibayarkan untuk biaya pemakaian daya. Namun, nilai harga beli per unit lampu yang tergolong masih cukup tinggi menjadikan lampu SL masih sebagai primadona dalam memenuhi kebutuhan lampu penerangan di malam hari. Disamping itu, kebenaran daya tahan lampu LED masih belum dapat dibuktikan secara nyata, karena (setahu saya) teknologi lampu LED baru benar serius diperhatikan pengembangannya sekitar tahun 2008.

Teknologi-teknologi baru seperti lampu LED, memang memberi harapan untuk dapat mengurangi biaya pemakaian daya dalam hidup sehari-hari. Namun, realita yang sebenarnya terjadi untuk penerapan teknologi tersebut, masih sangat terbatas waktu dan ruang lingkupnya.

Keberadaan dan perkembangan produk ber-teknologi baru, dapat menjadi “pedang bermata banyak” bagi pihak konsumen. Disatu sisi, menjanjikan sebuah gaya hidup yang lebih modern dan cerdas, namun belum dapat dinyatakan kebenaran janjinya secara umum. Disisi lain, biaya pemeliharaan produk ber-teknologi baru cenderung lebih hemat, namun baru dapat dimiliki dengan harga beli yang juga lebih tinggi dari produk sebelumnya.

Pada akhirnya, kita juga sebagai konsumen yang harus lebih bijak dalam menentukan pilihan sebelum membeli sebuah produk khususnya perangkat elektronik. Sejauh mana manfaat kita dapatkan dari keberadaan sebuah produk, hanya kita yang memahaminya. Namun, dengan mengetahui besaran biaya pemakaian dan pemeliharaan sebuah perangkat elektronik, setidaknya, kita bisa memiliki satu dasar informasi pendukung yang lebih nyata atas manfaat dan keuntungan yang akan diperoleh dari penggunaan perangkat elektronik tersebut berdasarkan pendapat dan pandangan kita sendiri. Bukan sekedar hanya berdasarkan pendapat dan pandangan para penjual / sales dari perangkat elektronik yang hendak kita beli saja.

Semoga bermanfaat… !

Artikel Terkait :