halaman 2 dari 3

Perangkat Elektronik Konsumsi Daya Dinamis…

Menghitung biaya pemakaian daya perangkat elektronik yang menggunakan metode konsumsi daya dinamis agak sedikit rumit. Ada dua metode konsumsi daya dinamis yang biasa digunakan pada mayoritas perangkat elektronik dipasaran. Yaitu, metode #nyala – siaga# yang berlangsung hanya satu siklus saja (mis. rice cooker, coffee maker, termos listrik dll) dan yang otomatis berulang secara berkesinambungan (mis. Air Conditioner / AC, lemari es, strika dll).

Metode satu siklus…

Metode konsumsi daya satu siklus, lebih banyak diterapkan pada perangkat yang berhubungan dengan perangkat memasak. Biasanya, walaupun tidak selalu, pemakaian daya perangkat-perangkat ini diawali dengan proses memasak terlebih dulu. Setelah proses memasak selesai, akan dilanjutkan dengan kondisi tetap hangat (“keep warmed”).

Contoh 4 :

Rice cooker 1,8 liter berdaya 350 Watt mampu menanak 0,8 liter beras menjadi nasi dalam waktu 25 menit. Maka pemakaian daya rice cooker selama 25 menit adalah :

= (350 Watt /  1.000) x (25 / 60)
= 0,35 kWh x 0,417
= 0,14583 kWh atau 0,14583 x 1000 = 145,83 Watt.

Sehingga, biaya yang harus dibayarkan untuk pemakaian daya listrik sebesar 0,14583 kwh :

= 0,14583 kWh x Rp. 864,2,-
= Rp. 126,03,-

Jika tindakan menanak beras dilakukan setiap hari dan langsung dimatikan setelah proses menanak selesai (tanpa dilanjutkan mode “keep warmed”), maka biaya yang harus dibayarkan untuk pemakaian rice cooker selama sebulan adalah :

= Rp. 126,03,- x 30 hari
= Rp. 3780,9,-

 

Metode siklus berulang

Kerumitan yang pasti dialami adalah pada perangkat elektronik dengan metode konsumsi daya otomatis berulang. Jeda waktu siaga saat perangkat beroperasi tidaklah selalu pasti sama dari waktu ke waktu. Sulit menentukan pemakaian daya yang akurat dengan kondisi jeda waktu siaga yang berubah-ubah. Seperti dalam menentukan pemakaian daya untuk AC split sebagaimana contoh di bawah ini.

Contoh 5 :

Misalnya, AC berkapasitas 1 PK ~ 540 Watt. Maksud dari memiliki daya sebesar 540 Watt adalah AC akan mengkonsumsi daya sebesar 540 Watt terus-menerus selama 1 jam penuh untuk beroperasi pada batas maksimum yang dimilikinya. Misalnya, batas maksimum suhu ruangan yang dapat di-dingin-kan sebuah AC adalah hingga mencapai 0° Celcius. Maka, untuk mencapai temperatur suhu ruangan dan mempertahankannya pada level temperatur 0° Celcius, konsumsi daya yang dibutuhkan dalam satu jam adalah 540 / 1000 = 0,54 kWh.

Seandainya kita hendak mendinginkan suhu ruangan 30° C menjadi 27° C, maka konsumsi daya AC per jam-nya tidak akan mencapai 0,54 kWh. AC tetap akan mengkonsumsi daya sebesar 0,54 kwh, namun tidak berlangsung terus menerus selama 1 jam penuh. Aktivitas nyala mesin (kompressor) AC dipicu oleh sensor temperatur yang biasa disebut dengan thermostat. Jika suhu ruangan yang diterima thermostat lebih besar dari 27° C, maka mesin otomatis akan menyala untuk mendinginkan ruangan agar suhu ruangan menjadi 27° C. Kemudian, aktivitas mesin akan berhenti (standby / siaga) selama suhu ruangan berada pada temperatur 27° C. Saat suhu ruangan kembali naik di atas 27° C, mesin akan kembali menyala mendinginkan ruangan. Demikian siklus aktivitas pengoperasian nyala mesin yang terjadi pada AC.

Sekarang, kita asumsikan AC beroperasi selama 8 jam dalam sehari untuk mendinginkan ruangan hingga temperatur 27° C. Kondisi yang terjadi saat pertama kali dinyalakan, mesin beroperasi selama 15 menit untuk mendinginkan ruangan. Selanjutnya, setiap kali siklus proses mendinginkan ruangan, mesin menyala selama 10 menit dan siaga selama 5 menit. Dalam satu jam beroperasi, terjadi 60 / 15 = 4 kali siklus mendinginkan ruangan. Empat kali mesin menyala selama 4 x 10 = 40 menit dan empat kali mesin siaga selama 4 x 5 = 20 menit. Dengan rata-rata pengoperasian AC selama 8 jam sehari, maka mesin akan menyala selama 8 x 40 menit dengan tambahan waktu 5 menit (15 – 10) saat pertama mesin kali dinyalakan. Sehingga, konsumsi daya sebenarnya oleh mesin selama 8 jam (8 x 60 = 480 menit) pengoperasian adalah 320 + 5 = 325 menit.

Seandainya dilakukan penghitungan ulang besar daya yang sebenarnya di konsumsi oleh AC 1 PK ~ 540 Watt untuk beroperasi mendinginkan ruangan pada temperatur 27° C selama 8 jam adalah :

= ((540 Watt / 1.000) x 40,63 menit) / 60
= (0,540 kWh x 40,63 menit) / 60
= 21,93 kWh / 60
= 0,365625 kWh per jam

atau

= 0,365625 x 1.000
= 365,63 Watt per jam

* 40,63 menit = 325 menit / 8 jam

Jadi, konsumsi daya penuh setiap jamnya selama 8 jam waktu beroperasi mendinginkan ruangan pada temperatur 27° C, hanya 365,63 Watt saja, bukan 540 Watt.

Dengan kondisi siklus nyala mesin sama sebagaimana dicontohkan di atas, maka biaya yang harus dibayarkan selama 8 jam beroperasi adalah :

pemakaian per hari :

= (0,365625 kWh x 8 jam) x Rp. 864,2,-
= 2,92 kWh x Rp. 864,2,-
= Rp. 2.527,78,-

pemakaian sebulan :

= Rp. 2.527,78,- x 30
= Rp. 75.833,55,-

Jika konsumsi daya AC dihitung berdasarkan kapasitas maksimumnya yang sebesar 540 Watt, maka akan terlihat jelas selisih perbedaannya :

pemakaian per hari :

= ((540 Watt / 1.000) x 8) x Rp. 864,2,-
= (0,54 kWh x 8) x Rp. 864,2,-
= 4,32 kWh x Rp. 864,2,-
= Rp. 3.733,34,-

pemakaian sebulan :

= Rp. 3.733,34,- x 30
= Rp. 112.000,32,-

* Asumsi : 1 bulan = 30 hari

 

Beberapa hal penting yang perlu diketahui tentang AC…

Perhitungan konsumsi daya AC sebagaimana dijelaskan pada contoh no. 5 di atas, menggunakan asumsi bahwa AC dioperasikan dalam ruangan tanpa aktivitas manusia. Dalam realita sehari-hari, kecenderungan AC digunakan / dinyalakan adalah saat terdapat aktivitas manusia dalam ruangan. Sehingga, lama waktu nyala AC yang sebenarnya sangat tergantung dari 3 (tiga) hal, yaitu :

  • kondisi (tata letak) ruangan
  • jumlah orang dalam ruangan
  • dinamika suhu / temperatur ruangan akibat aktivitas yang terjadi dalam ruangan.

Berdasarkan kenyataan tersebut, menurut saya, adalah sulit untuk kita dapat menentukan beban biaya yang sebenarnya harus dibayarkan dari pemakaian daya AC split di sebuah ruangan.

Lalu, seandainya memang sulit untuk menentukan secara pasti angka / nilai hasil perhitungan beban biaya dari pemakaian daya AC yang sebenarnya, bagaimana kita bisa mendapatkan prakiraan besaran beban biaya listrik AC selama sebulan di rumah?

Melanjutkan pemakaian AC split seperti contoh nomor 5 di atas, kita bisa tetap menggunakan perhitungan berdasarkan kapasitas maksimum pemakaian AC (540 Watt). Baik dalam menentukan prakiraan jumlah besaran daya dan beban biaya pemakaian dari AC. Tindakan ini juga dapat menghindari kerancuan seandainya terdapat lebih dari satu unit AC di rumah dengan kapasitas konsumsi daya maksimum yang berbeda.

Hal terpenting yang pada akhirnya kita ketahui adalah selama mesin AC tidak bekerja hingga batas maksimum, konsumsi daya per jam-nya pasti kurang dari nilai kapasitas daya yang tertera (540 Watt). Dengan demikian, biaya yang harus dibayarkan sebenarnya pun pasti kurang dari Rp. 112.000,32,- per bulan (seperti pada contoh di atas adalah Rp. 75.833,55,-).

Konsep perhitungan ini juga berlaku untuk perangkat elektronik lainnya yang memiliki metode konsumsi daya dinamis (seperti oven listrik, microwave, strika dll). Dimana nyala-mati mesin dari perangkat-perangkat tersebut, menyesuaikan secara otomatis dengan kondisi aktivitas terakhir yang mereka terima.

Selanjutnya⇒