halaman 2 dari 2

Perlu-tidaknya Kerning dan Ligature…

Penggunaan fitur Kerning dan Ligature bukanlah bagian yang wajib untuk dikerjakan. Kita bahkan dapat sama sekali mengabaikannya, terlebih jika karakter gambar huruf yang hendak dijadikan file font hanya huruf kapital. Tidak ada jarak antar karakter yang membutuhkan penanganan tambahan yang menggunakan fitur Kerning dan Ligature file font dengan huruf kapital. Cukup dengan menyesuaikan jarak pada karakter huruf I, J, M dan W.

Kalau kepentingannya hanya sekadar untuk penulisan judul dan pengantar pada gambar/foto, bisa dibilang pemakaian fitur Kerning dan Ligature tidak banyak berdampak.

Namun jika kita menghendaki satu file font dengan minimum standar layak pakai, pemahaman cara menggunakan fitur Kerning dan Ligature merupakan satu keharusan.

Dengan demikian, hanya ada tiga tahapan utama yang perlu dikerjakan untuk membuat file font yang berisi karakter gambar huruf kapital saja :

  1. memindahkan gambar setiap karakter ke FontForge
  2. mengerjakan pengaturan jarak antar karakter
  3. menjadikan semua pekerjaan menjadi satu file font

Sedangkan untuk membuat file font dengan karakter gambar dalam format alphabet yang lebih lengkap, dibutuhkan lima tahapan, yaitu :

  1. memindahkan gambar setiap karakter ke FontForge
  2. mengerjakan pengaturan jarak antar karakter
  3. membuat aturan untuk pemakaian karakter tertentu (kerning)
  4. mengkompilasi aturan menjadi satu karakter unik (ligature)
  5. menjadikan semua pekerjaan menjadi satu file font

Detail pengerjaan fitur Kerning dan Ligature, bisa Anda temukan di youtube. Banyak video yang menerangkan dengan sangat baik dan jelas setiap langkah yang perlu dilalui. Penjelasan di artikel ini saya fokuskan pada jalur utama yang harus dikerjakan untuk membuat file font pada level standar minimum layak pakai saja.

Kapasitas kemampuan FontForge mengembangkan File Font…

Sepintas pemahaman saya selama beberapa hari membuat file font, FontForge mirip dengan work benched software untuk membuat file executable yang terkait dengan seni karakter bentuk huruf. Layaknya software development untuk membuat file *.exe dari bahasa pemrograman komputer seperti C, Pascal, Fortran dsb.

Disamping fitur kerning dan ligature, terdapat berbagai fitur lain yang berfungsi untuk menangani perilaku pemakaian dari berbagai model karakter huruf yang ada dan dipakai didunia saat ini.

Jadi, penggunaan FontForge sangatlah luas. Tidak terbatas hanya untuk kepentingan menangani karakter huruf Latin sebagaimana yang saya kerjakan saja. Bisa juga untuk menangani pemakaian perilaku karakter huruf Kanji, Arabic, Hebrew, Russia dsb.

Prioritas kepentingan membuat File Font Sendiri…

Ketika jumlah gambar di blog ini hampir setara dengan jumlah artikel yang dipublikasikan, terlintas di pikiran saya agar sebaiknya mulai menentukan font untuk dijadikan standar dalam penulisan judul dan pengantar di setiap gambar/foto yang nantinya dipublikasikan. Sehingga selalu ada kepastian untuk menggunakan model huruf yang sama untuk keperluan tersebut dikemudian hari.

Sebelumnya, saya telah mencoba menggunakan cara manual dan merasakan bagaimana repotnya menyusun semua huruf untuk penulisan nama dan slogan blog ini tanpa menggunakan file font. Jika tindakan seperti itu harus dikerjakan pada setiap gambar/foto yang hendak dipublikasikan, maka akan banyak waktu terbuang sia-sia. Menyusun huruf demi huruf untuk dijadikan kata menjadi kalimat judul dan pengantar demi idealisme penerapan menstandarkan pemakaian font, bukanlah sebuah solusi cerdas. Situasi inilah yang memicu untuk saya merasa perlu mempelajari cara membuat file font sendiri.

Proses membuat karakter huruf (kapital dan huruf kecil) dan tanda baca sangat menyita waktu, tenaga dan pikiran. Ini merupakan fase paling rumit bagi “seniman karbitan” seperti saya dalam membuat file font. Namun harus saya akui…, mengerjakan proses menggambar huruf demi huruf untuk dijadikan file font merupakan aktivitas yang menyenangkan. Walau membutuhkan waktu, semuanya dikerjakan dan berjalan tanpa terasa. Aktivitas seperti ini sangat membantu menjaga pikiran tetap waras selama menjalani waktu di masa pandemi ini.

Jadi, kalau Anda memang memiliki tujuan yang pasti untuk membuat file font sendiri, tidak ada salahnya untuk mulai mempelajari cara yang sekiranya cocok dan sesuai dengan kemampuan Anda atau dapat menggunakan jasa pihak-pihak yang memang bergerak di bidang terkait.

Jika tanpa tujuan yang jelas, lebih baik gunakan font gratis yang sudah tersedia dari sistem operasi di laptop atau PC yang Anda pakai.

Saran saya… hindari tindakan men-download sembarang file font untuk tujuan pemakaian yang bersifat komersil. Baik untuk pemakaian sementara waktu saja, apalagi untuk jangka panjang. Termasuk juga untuk keperluan pemakaian di blog pribadi yang sudah dimonetasikan layaknya blog ini.

Semoga bermanfaat! 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *