Zirah Antena : Memaksimalkan TCP

halaman 2 dari 2

Transmission Control Protocol – TCP…

Lalu, apa peran dari TCP dalam proses arus lalulintas data?

Berikut definisi mengenai pemahaman TCP yang saya peroleh dari ReviverSoft :

TCP — or Transmission Control Protocol — is one of the central standards that Internet data transmission is based on. Without it, there would be no World Wide Web, no downloads, and, essentially, no Internet — at least not as we know it.

The central thing that the TCP accomplishes is to ensure that any set of data packets being transmitted to your computer is complete and consistent with what was sent. The TCP detects if any packets were lost or corrupted, requests replacement packets from the originator of the data if needed, and arranges the packets in the proper order.

Kalau diterjemahkan :

TCP atau Transmission Control Protocol merupakan standar teknologi mentransmisikan data untuk menjalankan internet. Tanpa TCP, maka tidak akan ada internet. TCP itu sendiri memiliki peran penting untuk memastikan data dalam bentuk paket telah ditransmisikan secara konsisten ke komputer kita sesuai seperti permintaan yang kita kirimkan. TCP mendeteksi jika ada paket data yang dikirimkan itu hilang atau korup, meminta penggantian paket dari tempat asal mula data tersebut dikirimkan jika memang dibutuhkan, dan mengatur ulang pengiriman paket data dengan urutan yang seharusnya.

Begitu kira-kira pengertian TCP berdasarkan terjemahan dua paragraf di atas.

Jauh sebelum pandemi dimulai, untuk keperluan menganalisa arus lalulintas data selama ber-eksperimen, saya memasang 3 aplikasi internet tools yang diinstall dari Google Play Store, yaitu : IP Widget, Network Monitor Mini dan Internet Tester.

Pada “home screen” tablet, saya pasang widget dari (1) IP Widget dan (2) Network Monitor Mini. IP Widget berguna untuk langsung mengetahui aktif-tidaknya sambungan ke provider internet setelah monitor tablet dinyalakan. Kalau memang aktif, saya jalankan aplikasi (3) Internet Tester untuk memastikan nilai TCP Connection (koneksi antar TCP) sebelum memulai internet-an. Selanjutnya, widget Network Monitor Mini berguna untuk mengetahui status arus lalulintas data selama sedang internet-an.

Nah, uraian selanjutnya adalah kronologi situasi internet-an di saat pandemi berlangsung dengan menggunakan dukungan informasi status internet yang disajikan dari ketiga aplikasi tersebut.

Sebelum PSBB diberlakukan, arus lalulintas data berjalan tanpa kendala (100 KBps s/d 300 KBps) sekalipun di jam-jam sibuk (peak hours). Nilai kecepatan koneksi antar TCP berada dikisaran 40 ms setiap sebelum saya aktif internet-an.

Sehari setelah PSBB mulai diberlakukan di Jakarta, arus lalulintas data yang sebelumnya lancar mendadak drop hingga rata-rata dikisaran 20 KBps. Dalam kondisi tersebut, saya mendapatkan faktor kecepatan koneksi antar TCP yang sebesar 40 ms “terlihat tampak” tidak ada gunanya. Dalam tingkat kepadatan arus lalulintas data yang sedemikian ekstrim, semuanya (seolah-olah) kembali ke aturan dasar, yaitu shared connection berdasarkan jenis paket kuota internet yang di beli masing-masing pelanggan.

Namun dalam situasi drop seperti itu, dengan tetap menggunakan paket kuota internet reguler, saya masih bisa beraktivitas di internet seperti saat kondisi sedang normal namun dengan kecepatan yang jauh lebih lambat. Mirip seperti internet-an menggunakan frekuensi 3G.

Keesokan hari, situasinya masih sama. Internet-an berjalan sangat lambat tapi masih bisa beraktivitas secara normal selama tidak digunakan untuk streaming. Menjelang siang, ketiga unit Bold Bread saya selimuti aluminium foil. Sekitar 5 menit kemudian, internet mulai semakin sulit untuk diakses. Koneksi antar TCP (TCP Connection) nyaris selalu gagal. Setelah satu jam dalam kondisi benar-benar kesulitan mengakses internet, selimut aluminium foil saya lepaskan dari ketiga unit Bold Bread. Tidak butuh waktu lama setelahnya, internet kembali bisa diakses sama seperti sebelum ketiga unit tersebut diselimuti aluminium foil. Kecepatan koneksi antar TCP berada dikisaran 40 ms s/d 60 ms.

Di hari ketiga, mulai ada peningkatan pada arus lalulintas data sebesar rata-rata 50 KBps. Situasi yang sama berlangsung selama 3 – 4 hari selanjutnya.

Di hari kedelapan, streaming youtube sudah bisa diakses dengan lancar. Sedangkan streaming LIVE tv masih tersendat. Ketika memasuki minggu pertama di bulan Mei 2020, akses internet mulai mendekati normal. Hingga saat artikel ini dipublikasikan, koneksi internet masih belum sama dengan sebelum PSBB diberlakukan, namun streaming LIVE tv sudah kembali lancar.

Berdasarkan kronologi di atas, saya mendapatkan gambaran yang lebih jelas peran TCP sebagaimana yang dideskripsikan ReviverSoft. Peran TCP dalam proses arus lalulintas data, porsinya hanya terfokus pada pengaturan dan kesempurnaan data yang ditransmisikan saja. Tidak berurusan dengan berapa besar jumlah data yang bisa diangkut untuk setiap kali ditransmisikan ke tempat tujuan. Namun, dengan TCP inilah kelangsungan proses arus lalulintas data bisa terjaga dari awal hingga selesai, meski dalam kondisi ketersediaan bandwidth yang sangat terbatas.

Frekuensi sinyal 4.5G…

Di pertengahan bulan April 2020, saya baru “nyadar” setelah memperhatikan tayangan informasi dari akun resmi provider Tri di Twitter mengenai peningkatan kualitas jaringan menjadi 4.5G yang resmi diluncurkan per Januari 2020.

Saat itu merupakan waktu yang hampir berbarengan dengan setelah saya merampungkan pembuatan tiga unit Bold Bread (awal Desember 2019).

Pertanyaannya, apakah peningkatan kualitas koneksi jaringan Tri yang saya alami saat ini memang dikarenakan dari providernya sendiri atau benar karena pengaruh keberadaan Bold Bread?

Saya sendiri tidak merasakan realisasi dari kalimat “peningkatan kualitas jaringan menjadi 4,5G”. Di saat pandemi dimana kondisi sepi dari aktivitas sehari-hari manusia pada umumnya, semestinya, sinyal internet bisa lebih mudah dan lebih kuat peredarannya. Tetapi, apakah kata “kualitas” yang tertera memiliki artian tidak ternasuk dengan kekuatan sinyal?

Karena sampai hari ini (minggu keempat bulan Mei 2020), kondisi sinyal internet Tri di rumah saya masih tetap sama dengan 5 tahun lalu. Di dalam rumah, sinyal Tri sama sekali tidak beredar. Kalau menggunakan modem USB, harus dilengkapi dengan antena eksternal yang dipasang di luar pintu masuk rumah. Sudah pakai antena eksternal tapi nggak ada Bold Bread, maka sinyal bisa mendadak lenyap hingga berjam-jam.

Namun, inkonsistensi sinyal itu sendiri yang sebenarnya menjadi bagian terpenting dari eksperimen Zirah Antena. Kalau sinyalnya konsisten, kenapa juga saya harus repot berkepanjangan mengerjakan eksperimen Zirah Antena? Seandainya pun dipaksakan tetap bereksperimen dalam kondisi sinyal konsisten, saya tidak memiliki ukuran pencapaian atas permasalahan seperti apa yang harus diatasi/diselesaikan untuk nantinya dipakai sebagai acuan keberhasilan dari eksperimen.

Lalu, bagaimana dengan kebenaran pernyataan peningkatan kualitas jaringan menjadi 4.5G di bulan Januari kemarin yang digadang-gadang oleh Tri?

Bisa jadi memang dilakukan peningkatan kualitas jaringan, tapi apa yang membuat sinyalnya masih “ogah” beredar di dalam rumah saya, merupakan bagian yang masih perlu ditelusuri penyebabnya.

Jadi…?

Kalau dari yang saya dapatkan selama uji-coba Bold Bread berlangsung, faktor sebenarnya menjadi penentu kekuatan TCP pada aktivitas internet-an adalah kualitas antena yang kita pakai. Baik itu antena internal (yang terdapat di jeroan modem USB/handphone) maupun antena eksternal, disitulah kekuatan TCP ditentukan saat kita terhubung dengan internet. Dalam kasus ini, seandainya mutu antena yang kita pakai berkualitas rendah, maka tidak banyak pilihan yang bisa dikerjakan untuk mengatasi inkonsistensi data yang ditransmisikan.

Menggunakan mifi merupakan salah satu cara terbaik untuk memperluas dan memperkuat peredaran sinyal internet tanpa harus mengganti gawai yang kita pakai saat ini. Karena selain memiliki sifat portabilitas yang tinggi, pada umumnya, antena internal yang terpasang di jeroan mifi memiliki kualitas lebih baik dibanding antena internal handphone low-end dan sebagian besar handphone mid-end.

Hasil uji-coba dari memanfaatkan situasi selama pandemi, menjelaskan bagaimana dampak Bold Bread lebih berpengaruh kelancaran data yang ditransmisikan (TCP) namun nyaris tidak berdampak pada besaran jumlah data yang ditransmisikan (bandwidth). Dari situ saya sampai pada kesimpulan kalau fungsi Bold Bread memang hanya sebatas menjadikan area di sekelilingnya lebih ramah untuk dilalui sinyal internet. Antena eksternal maupun internal, menjadi lebih mudah dan konsisten mentransmisikan sinyal. Tidak ada peningkatan apapun terkait kekuatan sinyal dalam hal ini.

Bagaimana  keberadaan Bold Bread bisa berdampak memengaruhi nilai koneksi antar TCP?

 

Sejak awal eksperimen Zirah Antena dikerjakan, saya menggunakan aplikasi Internet Tester untuk menguji dampak setiap bagian prototipe yang baru dirangkai terhadap sinyal internet nirkabel. Adalah nilai TCP Connection yang dijadikan parameter untuk menentukan kebenaran fungsi bagian prototipe tersebut. Jika saat uji-coba lebih banyak berdampak buruk pada nilai TCP Connection, maka rangkaian prototipe dibongkar dan dibangun kembali setelah saya menemukan kesalahan atau mendapatkan ide penggantinya.

Pada link ReviverSoft yang saya cantumkan di atas, anda bisa menemukan informasi cara memaksimalkan TCP melalui lingkungan perangkat lunak. Tentu saja yang diatur disini berada di level environment OS (Operating System) komputer, bukan level perangkat keras seperti antena. Tidak perlu menanyakan tentang bagaimana cara dan hasilnya kepada saya, karena saya sendiri belum pernah mencobanya.

Semoga bermanfaat!

One thought on “Zirah Antena : Memaksimalkan TCP”

  1. penempatan antena perlu diperhatikan, pak

    selama kekuatan signalnya antara -60 dBm – 80 dBm biasanya akan dapat speed yang optimal. -81 dBm -90an dBm biasanya sudah dijamin jelek lah kualitas koneksi kita

    kalau di Android saya data kekuatan signal ini bisa dilihat di Tentang Ponsel -Status – Kekuatan Sinyal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *