Alasan Pemakaian Ekstension Stop kontak Tidak Dianjurkan

halaman 2 dari 2

Contoh Perangkat Elektronik dengan Stop kontak-nya

Beberapa contoh perangkat elektronik yang memengaruhi konsumsi listrik perangkat elektronik lainnya jika digabungkan dalam satu T ekstension maupun panjangan-stopkontak adalah : mesin cuci, kulkas, pompa air dan AC (Air Conditioner). Kalau di kerucut-kan, adalah perangkat elektronik yang menggunakan motor mesin dalam pengoperasian nya dan meng-konsumsi listrik dalam jumlah cukup besar berulang-ulang.

Perangkat elektronik yang tidak bermasalah jika dinyalakan bersamaan di T ekstension adalah charger smartphone atau mayoritas perangkat elektronik lain yang menggunakan adaptor dengan memiliki input daya kecil.ย Selain perilaku konsumsi listrik yang statis, perangkat-perangkat seperti itu, umumnya memiliki rentang toleransi voltase listrik yang cukup besar (100 – 230 Volt). Hal itu membuat tarikan ketika awal mengkonsumsi listrik menjadi lebih “halus”, tidak menghentak seperti perangkat-perangkat yang menggunakan motor mesin. Jangan lupa untuk mencabut T ekstension seusai digunakan.

Untuk adaptor laptop atau PS (Play Station), saya melihat masih aman jika ditancapkan ke panjangan-stopkontak. Biasanya, satu titik digunakan untuk adaptor laptop dan titik lainnya untuk perangkat elektronik dengan input daya listrik yang kecil, seperti : kipas pendinginan, adaptor wifi / mifi, adaptor printer dsb. Kalau bisa, buat panjangan-stopkontak seperti yang saya ceritakan di artikel Membuat Sendiri Panjangan Stop Kontak Listrik. Dengan begitu, kita cukup mematikan saklar pada steker setelah selesai menggunakan laptop / PS. Tidak perlu mencabutnya dari stop kontak utama.

Perangkat elektronik yang memiliki beberapa perangkat pendukung, seperti : Personal Computer (PC) dan Home Theater, saya menggunakan stop kontak ganda (inbow / outbow). Satu titik digunakan untuk kepentingan listrik perangkat utama, dan titik lainnya digunakan untuk perangkat pendukung. Misalnya : satu titik hanya untuk PC saja, dan titik lainnya menggunakan panjangan-stopkontak untuk printer, router, dll.

Kipas angin (model yang menggunakan baling-baling) adalah salah satu contoh berbeda dari perangkat elektronik yang memiliki motor mesin. Kipas angin bisa dikategorikan sebagai salah satu perangkat yang relatif aman ditancapkan ke T ekstension maupun panjangan-stopkontak. Selain input listriknya relatif kecil, perilaku konsumsi listrik kipas angin cenderung statis. Mirip dengan adaptor / charger smartphone.
icon.top.par

Jadi…?

Kalau dilihat dari sisi efektivitas kerja perangkat elektronik dan efisiensi pemakaian listrik, menurut saya, ada benarnya juga anjuran untuk tidak menggunakan T ekstension dan panjangan-stopkontak dengan banyak titik listrik. Sedangkan dari sisi keamanan, saya melihat, sangat tergantung dari sejauh mana pemahaman kita tentang memperlakukan pemakaian stop kontak dengan perangkat elektronik yang tersambung dengannya.

Jadi, bukan kita tidak boleh atau harus menghindari pemakaian T ekstension maupun panjangan-stopkontak. Ada baiknya untuk menghindari pemakaian T ekstension, kecuali memang sudah tidak ada pilihan lagi. Jika memungkinkan, lebih baik menggunakan panjangan-stopkontak daripada T ekstension. Dan, kalau pun panjangan-stopkontak yang digunakan, jangan menumpuknya dengan beberapa perangkat elektronik yang memiliki input daya besar.

Satu hal yang menjadikan panjangan-stopkontak pasti lebih baik dibanding T ekstension adalah posisi steker-nya tidak akan berubah. Sesering apapun kita mencabut-pasangkan adaptor handphone pada panjangan-stopkontak, tidak akan merubah posisi dan kondisi steker-nya yang tertancap di stop kontak utama.

Semoga bermanfaat!
icon.top.document

5 tanggapan untuk “Alasan Pemakaian Ekstension Stop kontak Tidak Dianjurkan”

  1. Untuk penggunaan kabel power, jika pemakaiannya dihubungkan itu bahaya atau tidak? Karena kan untuk kabel power yg siap pakai dijual paling pajang max 3 m, kan kurang panjag, jadi jika pemakaian disambungkan antara kabel power yang satu dg kabel power yg satunya apakah itu berbahaya?
    Terimakasih

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s