Perangkat Dapur : Termos Listrik

halaman 2 dari 2

Bahaya mengkonsumsi Air Panas yang berkali-kali dididihkan?

Termos Listrik

Di bagian belakang termos, tertera aturan pemakaian termos yang disertakan oleh pabrikan pembuatnya. Kurang-lebih terjemahannya seperti di bawah ini :

  • Jangan menjungkir-balikkan termos untuk mencegah air panas tumpah keluar.
  • Jangan mengisi air melebihi batas yang tertera di dalam termos.
  • Jangan menutup jalur keluar uap panas.
  • Jangan membuka kepala termos saat sedang air di dalamnya sedang di-didih-kan.
  • Jangan mengisi air selama proses mendidihkan berlangsung.
  • Selalu menempatkan tungkai pengunci dalam posisi lock, kecuali saat menuangkan air.
  • Hati-hati uap panas yang menyembur keluar saat membuka kepala termos.
  • Jangan menjadikan termos untuk tempat menyimpan air dingin.
  • Gunakan selalu jinjingan untuk memindahkan termos.
  • Jangan menuangkan susu atau cairan selain air ke dalam termos.
  • Perhatikan indikator tingkat air, jangan pernah mendidihkan tanpa air di dalam termos.

Pada salah satu aturan pemakaian termos listrik disebutkan bahwa hindari termos menyala tanpa air di dalamnya. Dengan kata lain, sebelum air dalam termos benar-benar habis, isikan kembali dengan air baru. Jika tindakan itu dikerjakan, artinya, sama dengan memasak kembali sisa air yang sebelumnya telah dididihkan. Hanya saja, ada tambahan air baru yang dimasukkan ke dalam termos. Namun pada dasarnya, telah terjadi proses mendidihkan air yang sama secara berulang.

Beberapa sumber mengatakan kondisi air yang dididihkan seperti itu adalah berbahaya. Karena, dapat mengubah struktur kimiawi dalam air yang semula menyehatkan menjadi racun bagi tubuh.

Benarkah seperti itu keadaannya?

icon.top.par

Re-boiling…

Termos Listrik

Sekitar satu tahun lalu (2015), saya melihat sebuah produk termos listrik merk “Tiger” yang masih asli buatan Jepang, memiliki fitur “mendidihkan ulang” (re-boiling). Fitur ini berfungsi untuk menjadikan air panas di dalam termos kembali mendidih sama seperti proses air baru dimasukkan ke dalam termos. Tujuannya, agar pemakai bisa mendidihkan kembali air di dalam termos tanpa perlu menuangkan air baru. Dengan demikian, proses mendidihkan air berjalan dalam waktu yang lebih singkat.

Pertanyaannya : jika proses re-boiling ini berbahaya, akankah pabrikan pembuat termos listrik mengabaikan dan tetap menyediakan fitur tersebut?

Jika benar itu diabaikan, bukankah sama dengan mempertaruhkan reputasi untuk siap kehilangan pelanggan pengguna termos listrik (termasuk produk lain di bawah brand yang sama) yang mereka produksi di kemudian hari?

Saya hanya mencoba berpikir realistis dalam memandang kasus ini. Tidak ada kepentingan apapun untuk saya diuntungkan dengan membela pabrikan pembuat termos listrik.

Pabrikan dengan skala asal negara seperti Jepang, bukan terkenal karena berhasil memproduksi barang berkualitas abal-abal. Seandainya mendidihkan air panas secara berulang akan berakhir dengan merusak kualitas kimiawi dari air, menurut saya, mereka sedikit-banyak telah mengetahuinya. Dan jika kemudian hal seperti itu berakhir pada situasi yang membahayakan pemakai, rasanya, mereka tidak terlalu bodoh memaksakan kehendak untuk tetap membuat produk sebagaimana layaknya termos listrik. Karena, proses “keep warmed” (tetap hangat) yang terdapat pada termos listrik itu sendiri, pada dasarnya adalah sama, yaitu : menjaga air untuk tetap mendidih dengan cara berulangkali dipanaskan pada skala suhu lebih rendah.

Jadi, jika memang demikian situasinya, air panas yang dihasilkan semua produk pembuat air panas untuk tujuan dikonsumsi tubuh adalah berbahaya. Termasuk salah satu produk diantaranya yang kita kenal dengan sebutan dispenser. Karena, semua perangkat memasak air secara otomatis yang menggunakan tenaga listrik akan selalu menyisakan sedikit air yang sebelumnya telah dididihkan untuk kembali dimasak bersamaan dengan air baru. Demikian juga halnya dengan mode keep warm, dimana proses mendidihkan akan terus berulang sesekali untuk menjaga suhu air tetap panas.

Apakah benar seperti itu kesimpulan akhir dari setiap produk perangkat pemanas air bertenaga listrik, saya serahkan untuk anda menilainya masing-masing.

icon.top.par

Jadi…

Perangkat elektronik / listrik apapun yang hendak atau sudah kita miliki saat ini di rumah, tujuan utama dari keberadaannya adalah mempermudah kita dalam menjalani kesibukan sehari-hari di rumah. Terlalu rumit untuk diterima akal-sehat jika pembuatan produk-produk elektronik seperti termos listrik ditujukan hanya pada kepentingan meraih untung semata tanpa menghiraukan tingkat keselamatan pemakainya. Karena, biar bagaimanapun, faktor keselamatan pemakai merupakan “kunci” terbaik untuk mempertahankan kelangsungan hidup bagi para pembuat termos itu sendiri.

Menurut saya, ada baiknya untuk kita sendiri menggunakan produk-produk elektronik apapun sesuai batas kepentingannya, termasuk diantaranya termos listrik. Gunakan jika memang dibutuhkan, namun abaikan jika memang sudah tidak dibutuhkan. Selama cara memasak air secara konvensional di atas kompor masih memungkinkan untuk dikerjakan, keberadaan termos listrik bisa kita abaikan. Kita bisa menggunakan teko konvensional yang bersiul nyaring saat air sudah mendidih untuk mencegah kelebihan waktu terlalu lama memasak air.

Jadi, alangkah baiknya jika kita juga memiliki sedikit dasar pengetahuan dan keterampilan dalam pemakaian perangkat bukan-listrik di rumah. Selain mencegah ketergantungan, cara-cara manual membuat kita memiliki kemampuan berpikir lebih baik untuk memutuskan tindakan paling efektif dan efisien dalam menggunakan perangkat-perangkat bukan-listrik tersebut. Situasi seperti itu, akan membuat kita sendiri lebih tanggap dalam membuat penilaian secara lebih objektif atas kehadiran produk baru dari perangkat sejenis. Baik itu yang menggunakan maupun yang tidak menggunakan listrik.

Namun, semua itu saya serahkan kembali kepada anda yang menggunakan dan menjalaninya. Cara apapun akan membawa hasil yang baik jika dikerjakan dengan nyaman dan sesuai kebiasaan yang kita miliki.

Semoga bermanfaat! ☺icon.top.document

One thought on “Perangkat Dapur : Termos Listrik”

Komentar ditutup.