Vespa ~ Ride with Pride

Vespa ride with pride“Tidak semua orang pernah naik Vespa”, begitu judul artikel yang saya baca saat hendak mulai belajar mengendarai Vespa p150xe excell di awal 2016.

Artikel yang ditulis oleh Maskur tersebut, amat sangat membantu saya untuk mengetahui hal apa saja yang perlu dikerjakan di awal menggunakan Vespa. Perihal yang disampaikan sangat sederhana, namun penting sebagai titik awal bagi yang tidak pernah mengendarai Vespa seperti saya.Vespa ride with pride

Awalnya…

Vespa p150xe excell Daan MotorSaya tidak pernah memiliki motor, namun pernah dan bisa mengendarai motor yang umum beredar di pasaran. Pemahaman praktek tentang motor selama ini, hanya sebatas mengendarai motor pinjaman saja. Diluar itu, lebih banyak berperan sebagai “penggembira” dan sama sekali buta tentang motor.

Vespa p150xe excell keluaran 1990 ini, hadir di rumah saya (hibah dari mertua 😊) pada tahun 2001 dalam kondisi baru lepas inreyent. Dalam perjalanan di antar dari Jakarta ke Bogor, sempat jatuh akibat bersenggolan dengan RX King. Lecet di beberapa bagian sisi kanan motor dan spion kanan patah.

Semenjak tiba di Bogor, tidak pernah sekalipun saya mencoba untuk mengendarainya. Bahkan, tidak juga untuk memanaskan mesin. Termasuk surat-surat kendaraan yang otomatis mati karena tidak pernah diurus. Jadi, praktis menjadi “pajangan” saja.

Ketika tahun pertengahan 2015, ada program pemutihan pajak kendaraan di Jakarta. Saya berinisiatif untuk menghidupkan kembali surat-surat kendaraan yang mati tersebut, termasuk Vespa-nya juga. Dengan bantuan beberapa sahabat, akhirnya semua bisa beres di akhir 2015. Kerusakan fatal pada motor hanya terjadi pada roda belakang, bendix (relay) dan tali kopling.Awalnya...

Tukar dengan motor jepang?

Meski kondisinya telah dipulihkan, saya masih “ogah” untuk mencoba mengendarainya. Perawakan badan yang termasuk “mini” (160 cm) adalah salah satu alasan yang mendasari sikap “ogah” tersebut. Niatnya kemudian adalah menukarkan dengan motor “kekinian” (motor jepang). Tapi, seiring menunggu waktu itu terjadi, Vespa harus dipanaskan dan digelindingkan secara berkala agar kondisinya tetap fit.

Itulah awal saya belajar dan mengetahui artikel “Tidak semua orang pernah naik Vespa”.

Ujung-ujungnya, setelah cukup menyesuaikan dan terbiasa menjejak aspal kota Bogor sejauh total 500 km, timbul keraguan untuk melanjutkan niat menukarkannya dengan motor kekinian. Seorang sahabat pengguna motor jepang menyarankan, sebaiknya jangan menukar ataupun menjual itu Vespa. Karena, belum tentu ada motor jepang saat ini yang bisa hidup setelah (sengaja) dimatikan selama hampir 14 tahun. Jika kepentingannya hanya untuk sekedar sesekali keliling kota Bogor, maka tidak ada bedanya antara mengendarai Vespa dengan motor jepang.

Ada benernya juga sih… tapi, kalau motor jepang yang sengaja dimatikan selama 14 tahun untuk kembali dihidupkan, saya juga belum pernah mendengar ada yang mau melakukannya. 😁Tukar dengan motor jepang?

Ride with Pride (berkendara dengan bangga)

Vespa p150xe excell Daan MotorSampai saat ini (Oktober 2016), saya masih belum mengetahui dimana perbedaan tingkat kenyamanan antara mengendarai Vespa dengan motor jepang. Dalam hal penguasaan cara mengendarai, motor jepang jauh lebih mudah dan cepat untuk dipelajari. Sangat berbeda dengan Vespa. Saya merasakan, terlebih dulu dibutuhkan usaha untuk menyesuaikan dengan fisik Vespa sebelum bisa mengendarainya dengan benar. Tanpa itu, Vespa terasa sulit untuk mengikuti kemauan saya selama saat dikendarai. Perlu jam terbang yang cukup hanya untuk bisa menguasai dasar cara mengendalikannya.

Tapi, kalau melihat antusiasme minat beberapa pengguna motor jepang saat melihat Vespa p150xe excell ini, saya mendapatkan kesan cara pandang mereka yang berbeda perihal berkendara menggunakan Vespa. Terselip nuansa “pride” (kebanggaan) di dalam setiap pembicaraan mereka atas keinginan untuk bisa memiliki dan mengendarai Vespa. Saya tidak mengerti alasan mereka hingga bisa memiliki cara pandang seperti itu.

Namun, hal itu cukup menjadi bagian penutup niat saya untuk tidak menggantikan Vespa dengan motor jepang. Bisa memiliki dan mengendarai Vespa bukan lagi sekedar bisa memiliki dan mengendarai motor pada umumnya. Lamanya waktu yang dibutuhkan hanya untuk menguasai dasar cara mengendarai Vespa dengan benar, merupakan bagian terbaik untuk saya akhirnya memahami bagaimana Vespa bisa menjadi sebuah lifestyle bagi yang memilikinya.

Salam mesin kanan…☺Ride with Pride (berkendara dengan bangga)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s