Memasang Panel Surya di Rumah

halaman 2 dari 2

Mengganti listrik PLN dengan Panel Surya

Sekarang, mari kita implementasikan hitungan listrik berdasarkan Panel Surya terhadap pemakaian listrik PLN di rumah saat ini.

Untuk mengetahui jumlah keping Sel Surya guna memenuhi kebutuhan pemakaian listrik di rumah dalam sehari, bisa kita dapatkan dari nilai pemakaian listrik PLN selama satu bulan.

Misalnya : pemakaian listrik selama sebulan sebesar 180 kWh (kilo Watt hour). Maka, pemakaian dalam sehari = 180 / 30 = 6 kWh atau setara dengan 6000 Watt. Keping Sel Surya yang dibutuhkan untuk menghasilkan listrik 6000 Watt dalam satu hari bercuaca cerah adalah :

= 6000 Watt hour / 4 Watt Peak
= 1500 keping.

Dengan menggunakan Panel Surya 100 WP, dimana terdapat minimal 100 keping Sel Surya di dalamnya, maka dibutuhkan 15 Panel Surya untuk bisa menghasilkan listrik sebanyak 6000 Watt per hari.

Lalu, berapa nilai rupiah yang harus diinvestasikan untuk memasang 15 unit Panel Surya 100 WP?

Saat ini, ada dua dasar tipe penjualan paket Panel Surya, yaitu tanpa dan dengan mengikutsertakan baterai penyimpan listrik. Saya akan melanjutkan cerita ini dengan menggunakan tipe penjualan paket Panel Surya yang disertai baterai.

Standar hitungan harga dari paket pembelian 1 Panel Surya yang demikian, menggunakan dasar dari harga “per keping” Sel Surya. Perkiraan harga investasi awal dari listrik hasil sekeping Sel Surya yang disimpan dalam baterai untuk kemudian digunakan, adalah US $ 10 (10 dolar Amerika). Sehingga, harga paket satu Panel Surya yang memiliki 100 keping Sel Surya berada dikisaran 10 x 100 = US $ 1000.

Jika, perkiraan harga tersebut masih berlaku sama dengan hari ini (Desember 2015), dan kurs rupiah terhadap dolar Amerika adalah Rp. 13.000,- per US $ 1,-, maka harga paket sekeping Sel Surya = Rp. 130.000,-. Jadi, harga paket 1 Panel Surya 100 WP akan menjadi Rp. 130.000,- x 100 = Rp. 13.000.000,-.

Nah, sekarang sudah sedikit lebih jelas bahwa untuk menghasilkan listrik siap pakai secara mandiri sebanyak 6 kWh, dibutuhkan biaya investasi paket Panel Surya sebesar Rp. 13.000.000,- x 15 =  Rp. 195.000.000,-.

Sebagian besar penjual paket Panel Surya menyatakan, bahwa perangkat Panel Surya bisa bertahan untuk jangka waktu pemakaian selama 25 tahun.

Jika dihitung terbalik dari biaya investasi awal sebesar Rp. 195.000.000,- untuk memproduksi listrik 6.000 Watt per hari selama 25 tahun, maka harga listrik untuk 6.000 Watt per hari adalah :

= Rp. 195.000.000,- / (25 x 365)
= Rp. 21.369,86,- dibulatkan menjadi Rp. 21.370,- per hari.

Atau

= 21. 370 x 30
= Rp. 641.100,- per bulan.

Sedangkan, harga listrik PLN (Desember 2015) untuk pemakaian sebesar 180 kWh per bulan adalah :

= 180 x Rp. 1.800,-
= Rp. 324.000 ,-.

Harga listrik Rp. 1.800,- per kWh, saya asumsikan sebagai tarif listrik rata-rata sudah termasuk biaya admin bank, materai dan ppju.
Mengganti listrik PLN dengan Panel Surya

Keterbatasan Baterai Kering

Dalam pelaksanaannya, cerita hitungan mengganti listrik PLN dengan Panel Surya, jauh lebih besar di banding hitungan dasar sebagaimana yang saya deskripsikan di atas.

Baterai kering sebagai wadah penyimpan listrik memiliki beberapa keterbatasan, salah satunya adalah isinya tidak dapat dikuras habis. Dalam kasus baterai untuk menyimpan listrik dari Panel Surya ini, diinformasikan bahwa kita harus menyisakan minimal 50% (ada juga yang menyebutkan cukup 25% saja) energi listrik di dalam baterai. Tujuannya agar umur baterai bisa bertahan lebih lama.

Kalau demikian halnya, hitungan investasi Panel Surya untuk memenuhi listrik 6000 Watt, hanya efektif bisa terpakai 50% saja atau 3000 Watt. Untuk tetap bisa mendapatkan 6000 Watt, kita harus menambah investasi baterai tambahan dengan jumlah 6000 Watt lagi. Sehingga, total Watt baterai yang dibutuhkan untuk menjalankan listrik 6000 Watt adalah sebanyak 12000 Watt (12000 x 50% = 6000).

Baiklah, jika memang sudah demikian seharusnya, berarti setiap hitungan dasar paket Panel Surya harus disertai dengan pembelian baterai tambahan dalam jumlah yang sama besar.

Pertanyaan selanjutnya adalah kapan baterai tambahan itu diisi dengan energi listrik? Panel Surya yang sebelumnya terpasang, hanya bisa untuk mengisi baterai hingga kapasitas 6000 Watt, bukan 12000 Watt. Artinya, harus disediakan juga Panel Surya tambahan untuk mengisi baterai tambahan.

Jika demikian halnya, pada akhirnya, untuk memenuhi kebutuhan listrik sebesar 6000 Watt, dibutuhkan investasi Panel Surya sebesar 2 kali lipat dari hitungan awalnya. Jika hitungan awalnya adalah 15 paket Panel Surya, maka dalam penerapannya menjadi 30 paket Panel Surya. Atau kira-kira setara dengan harga Rp. 13.000.000,- x 30 =  Rp. 390.000.000,-.
Keterbatasan Baterai Kering

Jadi…

Ternyata paket Panel Surya itu mahal, ya… 😨? Saya pun terhenyak ketika melihat hasil draft awal dari perhitungan di atas.

Namun, untuk kasus-kasus tertentu, seperti (misalnya) ada penghuni rumah yang sedang sakit, atau bayi berumur kurang dari 6 bulan; memasang Panel Surya di rumah akan sangat membantu jika terjadi pemadaman listrik oleh PLN. Tidak perlu memasang untuk seluruh rumah, cukup untuk menyalakan perangkat listrik yang penting dan dibutuhkan saja.

Secara umum, seberapa mendesak untuk kita segera memiliki perangkat Panel Surya terpasang di rumah? Kalau menurut saya, harus dilihat dari seberapa sering PLN melakukan pemadaman listrik di area rumah kita. Semakin sering PLN melakukan pemadaman, maka bisa diartikan kepentingan untuk memasang Panel Surya di rumah dalam taraf sudah mendesak.

Dengan menggunakan dasar perhitungan kepingan Sel Surya, kita dapat lebih mudah mengenali kapasitas satu produk paket Panel Surya yang kini banyak dijual di pasaran. Ketika hendak membelinya pun, kita bisa memiliki gambaran awal lebih jelas mengenai kapasitas Panel Surya mendekati dengan yang sebenarnya kita butuhkan saja. Dengan begitu, anggaran yang perlu dipersiapkan menjadi lebih jelas jumlahnya.

Seandainya kita berniat membangun instalasi Panel Surya berkapasitas cukup besar, ada baiknya bertransaksi dengan penjual yang memiliki reputasi baik (bukan sempurna) dalam hal purna jual. Karena setelah instalasi awal, sudah pasti ada pekerjaan pemeliharaan perangkat di waktu mendatang. Dengan rata-rata umur perangkat yang bisa bertahan selama 25 tahunan, bukan tidak mungkin kita membutuhkan dukungan jasa service dan asistensi mereka. Apa pun bisa terjadi, dan 25 tahun bukanlah waktu yang sebentar.

Semoga bermanfaat! ☺
memasang panel surya di rumah