Komputer : Wireless-router di rumah, perlukah?

halaman 2 dari 2

Setting router pada perangkat pintar

Setting yang hanya dikerjakan pertama kali dan satu kali saja untuk pemakaian dari kedua router tersebut agar bisa terhubung ke internet, boleh dibilang sangat mudah. Dalam kapasitas penggunaan perangkat untuk pribadi di rumah (seperti saya), tidak ada kesulitan berarti dalam meng-koneksi setiap gadget dan laptop dengan kedua router tersebut. Manual pengoperasian dari kedua router disertakan dalam kemasan (box) ber-bentuk hardcopy dan mini-cd. Penjelasannya cukup informatif dan mudah di pahami oleh user / pemakai komputer pada umumnya.

Namun demikian, ada sedikit perbedaan dalam setting koneksi ke internet antara komputer (laptop) berbasis Windows (7) dengan OpenSUSE 13.1 (Linux).

Saya menemukan “sedikit” kesulitan dalam menentukan setting-an menggunakan Windows (7). Ada beberapa opsi yang harus dipenuhi untuk menjadikan kinerja kedua router tersebut sempurna. Sangat berbeda halnya dengan OpenSUSE 13.1. Begitu (kedua) router terhubung ke internet, OpenSUSE 13.1 hanya menanyakan password untuk terkoneksi dengan router saja. Hanya itu yang perlu saya kerjakan dan cukup satu kali saja untuk masing-masing router. Mirip dengan membuat koneksi pertama kali terhubung dengan wi-fi menggunakan gadget berbasis Android.
icon.top.par

Konsumsi daya listrik dari router

Konsumsi daya (adaptor) dari TP-MR3020 adalah 0,15 Ampere ~ 220V (setara 33 Watt) dan TP-MR3420 adalah 0,3 Ampere ~ 220V (setara 66 Watt). Dari kondisi yang saya dapatkan, sepertinya, kedua router tidak selalu mengkonsumsi daya sebesar itu. Dugaan saya, nilai konsumsi daya tersebut terjadi saat router digunakan secara maksimal, dimana aktivitas koneksi ke internet terjadi secara konstan (misalnya download file). Pada setup TP-MR3420, saya menemukan opsi perilaku koneksi ke internet yang harus dikerjakan secara otomatis oleh router. Opsi ini, seperti-nya, bisa berfungsi untuk menekan pemakaian daya listrik dan kuota internet.

Sekarang, mari kita abaikan mengenai fitur perilaku pemakaian daya oleh router. Asumsikan dugaan saya mengenai hal tersebut tidak berlaku. Sebagai gantinya, kita gunakan nilai konsumsi daya yang tertera pada adaptor-nya saja, karena memang itu pemakaian daya listrik yang terlihat nyata. Berapa biaya paket internet yang dapat saya kurangi dengan menggunakan TP-MR3420 (66 Watt) yang menyala 24 jam setiap hari dalam sebulan?

Biaya pemakaian daya selama sebulan :

= (((66 / 1000) x 24) x 30) x Rp. 1.392,54,-
= ((0,066 x 24) x 30) x Rp. 1.392,54,-
= (1,584 x 30) x Rp. 1.392,54,-
= 47,52 x Rp. 1.392,54,-
= Rp. 66.173,50,- dibulatkan ke atas menjadi Rp. 66.500,- per bulan

Mari kita bandingkan biaya yang saya harus keluarkan sebelum dan setelah pemakaian router.

Sebelumnya, saya harus mengeluarkan biaya pembelian 5 paket internet setiap bulan sebesar Rp. 250.000,-. Jika nilai tersebut dikurangi dengan jumlah biaya satu paket internet dan pemakaian daya listrik router selama sebulan (Rp. 50.000,- + Rp. 66.500,-) sebesar Rp. 116.500,-; maka biaya yang bisa saya hemat dari pembelian paket internet adalah sebesar = Rp. 133.500,- per bulan.

Keberadaan 5 buah gadget yang dilengkapi 5 unit SIM-Card berbeda di rumah saya didasarkan pada alasan dan tujuan tertentu. Dua di antaranya, cenderung difungsikan untuk pemakaian percakapan / suara (voice). SIM-Card untuk kebutuhan tersebut tidak pernah berubah selama 15 tahun terakhir dan masih aktif hingga saat ini. Sedangkan SIM-Card untuk kebutuhan pemakaian data dari tiga gadget lainnya selalu berubah, karena disesuaikan dengan harga paket internet yang paling menguntungkan.

Dengan adanya wireless-router, meski dua SIM-Card untuk “voice” tetap harus di biayai agar tetap aktif setiap bulannya, saya tidak perlu menambah biaya pembelian paket internet untuk keduanya. Biaya koneksi ke internet dapat dengan menggunakan nilai pulsa yang memang harus dan telah dibayarkan setiap bulan untuk kedua SIM-Card tersebut. Seandainya pun ada pemakaian koneksi ke internet dengan menggunakan kedua SIM-Card tersebut, maka hal itu hanya terjadi jika dan selama saya berada di luar rumah. Biaya atas pemakaian koneksi ke internet terbesar yang sebenarnya harus kita bayar sendiri adalah yang terjadi di rumah, bukan di luar rumah.

Dengan cara ini, TP-MR3420 + modem-USB yang telah saya beli akan lunas dengan sendirinya melalui konpensasi pengurangan pembelian biaya paket internet dalam kurun waktu maksimal satu tahun. Jadi, setelah satu tahun kemudian, nilai buku dari perangkat-perangkat tersebut sama dengan nol (0). Dan saya tetap menikmati penghematan biaya dari pembelian paket internet selama perangkat-perangkat tersebut masih bekerja dengan baik. Bagaimana dengan wireless-router yang lainnya, yaitu TP-MR3020? Saya anggap sebagai bonus setelah satu tahun penghematan biaya melalui pemakaian TP-MR3420.

Dengan demikian, penggunaan wireless-router akan lebih menguntungkan untuk menggantikan lebih dari 2 kebutuhan koneksi ke internet, meskipun tagihan listrik di rumah per bulannya bertambah.

* Harga listrik per kwh Rp. 1.392,54,- merupakan harga tarif tenaga listrik + pajak untuk pelanggan golongan 1300VA setelah kenaikan di bulan November 2014.
icon.top.par

Harga wireless-router

Harga pasaran dari TP-MR3020 tidaklah terlalu mahal, saya membelinya dengan harga Rp. 240.000,-. Sedangkan TP-MR3420 seharga Rp. 350.000,- Modem yang digunakan untuk menghubungkan ke internet harus memiliki kompatibilitas dengan kedua router. Anda dapat menemukan daftar modem-USB tersebut di bagian sisi kardus kemasan produk atau dengan melihatnya di situs resmi TP-LINK.

Tertarik untuk mencoba?

Semoga bermanfaat!

pasang wifi di rumah