Mini Ceiling Fan : Faktor dan kondisi pendukung Sirkulasi Udara

halaman 2 dari 2

3. Faktor / Unsur : Kipas Angin

Kipas angin, apa pun modelnya, merupakan satu-satunya perangkat listrik paling efektif untuk membuat udara bergerak. Tanpa harus terpaku pada faktor harga dan kualitas, sebuah kipas angin akan selalu berfungsi sama, yaitu : menggerakkan udara. Dapatkah sirkulasi udara dibentuk tanpa bantuan kipas angin dalam sebuah rumah? Bisa, tetapi sangat tergantung dari konsep arsitektur yang diterapkan pada rumah tersebut.

Dari kondisi yang saya amati dari setiap rumah siap-huni dengan model berbeda, agak sulit untuk mendapatkan sirkulasi udara dalam rumah-rumah tersebut secara alami. Karena, untuk membuat udara bergerak secara konstan, minimal, dibutuhkan akses ke ruang terbuka dari empat bagian rumah. Yaitu : depan, belakang, kanan dan kiri. Kebanyakan rumah siap huni, hanya memiliki akses ke ruang terbuka di dua bagian rumah saja, yaitu : depan dan belakang. Kipas angin dapat membantu mengatasi kekurangan akses dari ruang terbuka seperti itu yang banyak tidak dimiliki oleh rumah siap huni.

Namun demikian, ada beberapa kondisi dasar yang diperlukan dari sebuah kipas angin agar diperoleh pergerakan udara mendekati alami :

  • Memiliki daya hisap dan hembusan udara tidak terlalu kuat.
  • Memiliki area sebaran udara yang cukup luas.
  • Mengkonsumsi energi listrik relatif kecil karena beroperasi dalam waktu cukup lama.
  • Mudah ditempatkan / diposisikan tanpa (terlalu) mengganggu aktivitas penghuni rumah.

Sebelumnya, saya menggunakan beberapa kipas angin pendingin perangkat audio untuk bisa mendapatkan ke-empat kondisi dasar tersebut. Belum berapa lama ini, saya mencoba menggantinya dengan mini-ceiling-fan dengan baling-baling yang telah dimodifikasi format / bentuk-nya. Seperti saya nyatakan di artikel yang lain, sebenarnya, tidak ada masalah seandainya kita hendak menggunakan bilah baling-baling standar / bawaan pabrik. Saya terpaksa harus melakukan modifikasi pada baling-baling kipas, karena mendapat kesulitan untuk bisa bertahan berada di bawah hempasan angin yang dihembuskan oleh kipas dalam waktu cukup lama.

Namun demikian, secara tidak sengaja, saya menemukan beberapa hal menarik selama saya bereksperimen menggunakan baling-baling “DIY (do it yourself)” tersebut. Ulasan tentang itu, saya sampaikan di artikel lain yang masih berhubungan dengan topik sirkulasi udara ini. Satu hal yang pasti adalah mini-ceiling-fan mampu mengakomodasi penyebaran perputaran udara dalam ruangan secara lebih merata di banding kipas pendingin audio. Selain konsumsi daya yang lebih kecil (20 Watt), keberadaan kipas tidak mengganggu aktivitas lalu-lalang penghuni rumah. Baik saat kipas sedang dinyalakan maupun dimatikan.

Itulah ketiga faktor utama yang berkaitan dengan pembentukan sirkulasi udara di dalam rumah. Ada beberapa tindakan modifikasi yang perlu dilakukan untuk bisa mewujudkan semua itu dan saya melihatnya masih dalam kapasitas “bisa” dikerjakan sendiri ataupun dengan bantuan / jasa orang lain tanpa harus mengubah struktur bangunan rumah. Selama ini, saya mengerjakan semua pekerjaan modifikasi tersebut secara bertahap disesuaikan dengan kemampuan finansial / keuangan yang ada dan dapat dikerjakan kapan pun.

Intinya, membentuk sirkulasi udara dalam rumah adalah sebuah tindakan yang dapat dilakukan oleh awam. Dengan biaya pengoperasian (kipas angin) yang relatif murah, kita dapat memperoleh kondisi udara segar dalam rumah setiap hari secara konstan.

Pengertian “udara segar” yang saya maksudkan bukan berarti “udara bersih”, tetapi “udara baru” yang menggantikan endapan “udara lama” dalam rumah. Kita tidak bisa memiliki anggapan bahwa udara di dalam pasti lebih bersih daripada di luar rumah. Karena, kita tidak pernah mengetahui sejauh mana penggantian udara dalam rumah yang terlindung oleh dinding / tembok. Baik dari tingkat frekuensi penggantian maupun skala kapasitas udara yang beredar di area tertutup seperti di dalam rumah.

Salam… ☺
icon.top.document