Cara Menghitung Kapasitas Stabilizer

Pemahaman kita selama ini mengenai stabilizer adalah sebuah perangkat elektronik untuk mengkondisikan voltase listrik tidak stabil menjadi stabil, sehingga arus listrik dapat dengan aman di konsumsi oleh perangkat elektronik yang terhubung dengannya. Bagaimana prosesnya, itu urusan stabilizer yang menanganinya. Saya pun tidak pernah tahu kerja tekhnis yang ada dalam stabilizer. Jika memang hanya demikian fungsi stabilizer, mengapa seringkali terdengar kasus stabilizer bermasalah?

Logika faktor penentu nilai kapasitas stabilizer

Jika mengacu pada pemahaman mengenai stabilizer di awal paragraf artikel, berarti, kemungkinan kondisi input daya yang tidak layak sudah pasti akan diterima oleh stabilizer selama menjalankan fungsinya menstabilkan voltase. Sama dengan perangkat elektronik lainnya, stabilizer juga memerlukan kondisi arus listrik yang stabil saat beroperasi. Jadi, sudah tentu saat melakukan hal tersebut, arus listrik yang dikonsumsi oleh stabilizer (harus) sudah dalam kondisi stabil. Bagaimana hal tersebut bisa terjadi? Sementara itu, arus listrik yang dikonsumsi dengan yang diproses berasal dari satu sumber saja?

Dugaan saya, ada sebagian kapasitas yang dimiliki stabilizer memang sengaja (harus) disisakan / dicadangkan untuk kepentingannya sendiri selama beroperasi dalam kondisi voltase tidak stabil. Jadi, ada sebagian area dari total kapasitas yang sudah menjadi bagian stabilizer sebagai sumber konsumsi daya saat beroperasi. Baik pada saat sedang menstabilkan arus listrik atau tidak, area ini terus terpakai selama stabilizer dalam kondisi aktif / menyala.
Ketika ada permintaan konsumsi daya arus listrik dari perangkat elektronik yang terhubung dengannya, stabilizer akan memprosesnya pada area yang berbeda. Sehingga, saat terjadi ketidakstabilan voltase, stabilizer tetap dapat menghasilkan keluaran (output) daya sebagaimana permintaan perangkat elektronik yang terhubung dengannya secara benar.

Mungkin, ini yang menjadi alasan dari beberapa informasi mengenai kapasitas asli sebuah stabilizer tidak sama dengan kapasitas tercantum pada kemasannya. Jika kondisinya sesuai dengan dugaan saya, maka memang benar bahwa hanya sebagian dari total kapasitas saja yang berfungsi untuk menstabilkan arus listrik.

Dengan demikian, secara teori, ada dua faktor penentu nilai kapasitas dari sebuah stabilizer. Pertama, nilai kapasitas dari konsumsi daya perangkat elektronik yang terhubung dengannya. Kedua, nilai kapasitas untuk stabilizer itu sendiri. Jadi, seandainya kita hendak menggunakan stabilizer untuk menstabilkan konsumsi daya sebuah perangkat elektronik, kedua nilai tersebut harus kita ketahui dan jumlahkan guna mendapatkan nilai total kapasitas minimal stabilizer.

Misalnya, jika kita hendak menstabilkan sebuah kulkas dengan konsumsi daya 150 Watt, diperlukan stabilizer dengan minimal kapasitas 150 Watt + kapasitas untuk stabilizer itu sendiri. Logikanya secara sederhana, stabilizer pasti membutuhkan dasar kapasitas area sebesar 150 Watt untuk mengakomodasi konsumsi daya kulkas. Nilai ini tidak dapat diganggu-gugat karena memang sebesar itu kapasitas yang dibutuhkan oleh kulkas. Jika area untuk kebutuhan stabilizer sendiri adalah sebesar 25% dari total kapasitas, berarti 75% area yang tidak dapat diganggu-gugat merupakan bagian untuk kulkas. Jadi, dari 100% total kapasitas yang ada, 75% – nya merupakan bagian untuk kulkas sebesar 150 Watt dan 25% sisanya untuk stabilizer sebesar 50 Watt. Hitungan awalnya :

(150 / 0,75) – 150 = 200 – 150 = 50 Watt

Sehingga, yang dibutuhkan untuk menstabilkan kulkas dengan konsumsi daya sebesar 150 Watt adalah stabilizer berkapasitas minimal 200 Watt. Jika dikonversi ke dalam satu VA (Volt Ampere) yang biasa digunakan pada stabilizer, maka nilai kapasitas stabilizer 200 Watt akan menjadi :

200 / 0,8 = 250 VA

Secara praktek, nilai hasil perhitungan besaran kapasitas tersebut seringkali (bahkan sama sekali) tidak dapat digunakan dan berakhir dengan kerusakan pada unit stabilizer. Dimana letak kesalahannya? Satu-satunya indikasi kesamaan mayoritas penyebab yang saya temukan dari kerusakan-kerusakan tersebut adalah nilai kapasitas stabilizer di bawah / lebih kecil dari nilai kapasitas listrik terpasang.

top

Kapasitas berdasarkan instalasi listrik terpasang

Nah, sekarang kita ubah jalur pengertian nilai besaran kapasitas yang dibutuhkan stabilizer berdasarkan pada input daya yang diterimanya (nilai kapasitas listrik terpasang), bukan berdasarkan output daya yang dihasilkannya (nilai kapasitas perangkat elektronik). Jadi, jika sebelumnya kita berpikir hanya sebatas menstabilkan output daya untuk sebuah perangkat elektronik saja di dalam rumah, sekarang kita ubah. Bahwa yang hendak kita stabilkan adalah output daya untuk sebuah rumah, dimana besaran nilai kapasitasnya mulai dari 450VA, 900VA, 1300VA, 2200VA, 3500VA dst.

Nilai instalasi listrik terpasang, pasti jauh lebih besar dari nilai konsumsi daya satu / beberapa perangkat elektronik di rumah. Jika kita menentukan nilai kapasitas stabilizer berdasarkan nilai daya instalasi listrik terpasang, maka besaran kapasitas cadangan untuk kepentingan stabilizer pun akan ikut tersesuaikan. Termasuk di dalamnya terdapat sisa kapasitas tidak terpakai yang berasal dari total kapasitas daya stabilizer dikurangi total konsumsi daya perangkat elektronik yang ada. Jadi, berapapun jumlah pemakaian daya perangkat-perangkat elektronik yang ada di rumah, tetap dapat diakomodasi dengan baik oleh stabilizer. Disamping itu, jika terjadi masalah dengan input daya yang diterimanya, stabilizer masih memiliki cadangan untuk menanganinya dari sisa kapasitas tidak terpakai.

Mungkin ada yang berpendapat, bahwa tidak setiap saat pemakaian daya terjadi hingga batas maksimum dari instalasi listrik terpasang. Seandainya pun hal itu dilakukan, dan terjadi lonjakan voltase, maka MCB di meteran PLN akan jatuh karena daya listrik (Watt) sudah melewati batasan kapasitas MCB. Sehingga, agak berlebihan kiranya untuk menentukan nilai kebutuhan kapasitas stabilizer sebesar instalasi listrik terpasang di rumah. Pendapat yang benar dan sangat masuk akal.

Namun, sejauh mana dan sebesar apa bagian tanggung jawab moral dari pendapat tersebut yang dapat saya andalkan? Bila ternyata kemungkinan terjadinya kerusakan pada perangkat elektronik memang disebabkan karena kurangnya kapasitas stabilizer, bagian mana dari pendapat tersebut yang dapat dijadikan sebagai jaminan untuk menggantinya?

Saya tidak berani berandai-andai dengan keterbatasan pengetahuan saya mengenai perilaku listrik. Apakah benar sisa kapasitas dari stabilizer yang telah dibeli dan bayarkan itu akan terpakai? Atau, kapan waktu terjadinya pemakaian sisa kapasitas itu? Saya pun tidak pernah mengetahuinya dengan pasti jawaban dari kedua pertanyaan tersebut. Hingga saat ini, saya cenderung menganggap sisa kapasitas stabilizer tersebut sebagaimana layaknya jaminan asuransi dibayar dimuka. Sebuah bentuk jaminan untuk mengantisipasi kejadian tidak diinginkan di kemudian hari dari arus listrik yang beredar dalam jaringan instalasi kabel terpasang di rumah.

top

Letak pemasangan / instalasi stabilizer

Metode pemasangan / instalasi stabilizer dengan posisi pada jalur kabel antara meteran PLN dengan box MCB di dalam rumah bertujuan (semata-mata) untuk melindungi stabilizer dari pengaruh langsung kondisi ekstrim yang mungkin terjadi dari arus listrik. Walaupun kapasitas stabilizer lebih besar dari instalasi listrik terpasang, tidak menjamin untuk pasti dapat bertahan terhadap efek kondisi ekstrim dari ketidakstabilan voltase yang berkesinambungan. Pada posisi jalur kabel ini, efek negatif yang mungkin terjadi dari masing-masing jalur (input = PLN dan output =  dalam rumah) akan lebih dulu diminimalisir oleh MCB di masing-masing jalur sebelum mengenai stabilizer.

Pada jalur input arus listrik yang berasal dari PLN, MCB pada unit meteran akan menghentikan semua kondisi aliran arus listrik diluar kapasitasnya. Dengan demikian, stabilizer hanya akan mendapatkan kondisi arus listrik masih dalam porsi / batas toleransi kemampuan MCB meteran PLN saja. Selama kapasitas stabilzer lebih besar dari MCB di meteran PLN, besaran arus listrik yang masuk akan tetap lebih kecil daripada kapasitas stabilizer. Sehingga, kondisi apa pun yang terjadi, akan tetap dapat diakomodir oleh stabilizer dengan baik. Arus listrik akan tetap berada pada porsi kapasitas MCB, sehingga stabilizer masih (pasti) tetap dalam kondisi aman.

Konsep yang sama juga akan berlaku pada jalur output. Seandainya terjadi hubungan pendek pada instalasi kabel dalam rumah, arus listrik akan diputuskan oleh MCB yang terpasang pada box MCB. Kalau pun masih ada efek dari kondisi tersebut, stabilizer menerimanya tidak sebesar kondisi awal saat hubungan pendek terjadi.

top

Pengaruh kabel pada kapasitas stabilizer

Tidak selamanya permasalahan arus listrik yang terjadi pada jaringan kabel di dalam rumah selalu / sudah dalam bentuk hubungan pendek. Sering terjadi ketidakstabilan arus listrik yang tidak diketahui penyebabnya dan berefek pada mayoritas perangkat elektronik adalah berasal kesalahan tehnik spesifikasi dan pemasangan / penyambungan kabel. Biasanya, pengaruh yang ditimbulkan dari kondisi tersebut tidak terlihat / terasa. Sifatnya cenderung lemah namun berkesinambungan dan terus terjadi (berakumulasi) selama perangkat elektronik yang terhubung aktif / menyala. Akumulasi kerusakan dapat terjadi pada fisik kabel atau melemahnya komponen (jeroan) perangkat elektronik yang paling sering aktif / menyala atau paling sensitif.

Jika kita memasang stabilizer dengan kondisi terus diaktifkan (menyala) selama 24/7, maka dapat dipastikan, korban pertama yang terkena imbas kerusakan adalah stabilizer. Menurut saya, lebih baik seperti itu, karena kita dapat mengetahui adanya ketidakberesan dan mengantisipasinya sebelum berdampak pada mayoritas perangkat elektronik yang ada di rumah. Bagaimana dengan kulkas yang kondisinya aktif selama 24/7? Mungkin saja akan terkena efeknya, namun tetap terlebih dulu akan menghantam stabilizer karena memiliki komponen yang lebih sensitif. Kalaupun ternyata berefek pada kulkas, biasanya, identifikasi awal kerusakan dapat dikenali dengan melemahnya putaran unit kipas yang terdapat di dalam freezer.

Seandainya hal ini memang / sampai terjadi dan menyebabkan kerusakan pada stabilizer berkapasitas sama dengan atau lebih besar dari hitungan nilai instalasi listrik terpasang, maka dapat dipastikan ada ketidakberesan arus listrik cukup parah yang beredar dalam jaringan instalasi kabel di dalam rumah. Salah satu cara termudah dan terbaik untuk mengatasinya yang saya ketahui hingga saat ini adalah dengan membenahi instalasi kabel itu sendiri menggunakan kapasitas kabel yang sesuai kapasitas instalasi listrik terpasang.

Tindakan pembenahan instalasi jaringan kabel (termasuk perangkat stopkontak dan saklar lampu), setidaknya, dapat mempersempit / meminimalisir penyebab kerusakan pada perangkat elektronik (termasuk stabilizer) dari dalam rumah. Seandainya tindakan ini sudah dikerjakan dan masih ada kejadian perangkat elektronik yang rusak, satu-satunya tersangka penyebab terbesar (dalam keadaan normal) adalah asupan listrik dari PLN. Instalasi jaringan kabel yang benar ditambah instalasi stabilizer sesuai kapasitas listrik terpasang adalah hal terbaik (yang pernah saya temukan) untuk menjadikan mayoritas perangkat elektronik di rumah beroperasi dengan benar dan maksimal.

top

Aturan kapasitas dan pengaruh fitur stabilizer

Besar pemakaian daya yang dapat diakomodasi oleh stabilizer, memang tidak sebesar kapasitas asli yang dimilikinya. Hal ini juga tergantung dari fitur yang dimiliki stabilizer. Pada stabilizer tertentu (biasanya =< 3000 VA), selain standar pengoperasian menstabilkan voltase, juga memiliki fitur untuk meng-konversi voltase dan menggunakan multi-voltase. Kapasitas yang dibutuhkan satu unit stabilizer untuk mengoperasikan fitur-fitur tersebut jauh lebih besar daripada pengoperasian standar fungsi kerjanya. Saya tidak mengerti tekhnis seperti apa yang menjadikan diperlukannya kapasitas stabilizer lebih besar dalam mengoperasikan fitur-fitur tersebut.

Ada beberapa aturan yang menjadi dasar perhitungan sesuai penggunaan dalam menentukan besaran kapasitas stabilizer. Hal ini perlu diketahui agar besaran kapasitas cadangan stabilizer yang sebenarnya dapat terpenuhi. Dengan demikian, stabilizer dapat lebih efektif dan benar dalam menjalankan fungsi kerjanya. Ada 3 kondisi yang menjadi dasar perhitungan penentuan kapasitas stabilizer yang saya ketahui hingga saat ini :

1. Input 220 Volt – Output 220 Volt (single-voltase).

Untuk pemakaian daya dengan input dan output tegangan 220 Volt, kemampuan stabilizer mengakomodasi pemakaian daya adalah sebesar 75%.

Misalnya, kita memiliki stabilizer berkapasitas 1500 VA (1200 Watt) untuk mendukung instalasi listrik terpasang di rumah sebesar 1300 Watt. Jika terjadi pemakaian daya hingga sebesar 1300 Watt, batas kemampuan stabilizer 1500 VA mengakomodasi pemakaian daya adalah 75%, yaitu sebesar : 1200 x 0,75 = 900 Watt saja.

Jadi, untuk dapat mengakomodasi pemakaian daya hingga sebesar 1300 Watt, kita harus menambahkan kapasitas kebutuhan stabilizer agar diperoleh nilai 1300 Watt pada tingkat 75% pemakaian daya, yaitu : 1300 / 0,75 = 1733 Watt, yang dikonversikan ke satuan VA akan menjadi 1733 / 0,8 = 2166,25 VA

Dengan demikian, besar kapasitas stabilizer yang digunakan untuk mendukung instalasi listrik terpasang sebesar 1300 Watt adalah >= 2166,25 VA.

Rumus hitungan untuk kebutuhan penggunaan single-voltase :

Berdasarkan kapasitas stabilizer (VA)

(2166,25 x 0,8) x 0,75 = 1733 x 0,75 = 1299,75 Watt (dibulatkan menjadi 1300 Watt).

Berdasarkan kapasitas listrik terpasang (Watt)

(1300 / 0,8) / 0,75 = 1625 / 0,75 = 2167 VA.

2. Input 220 Volt – Output 220 Volt & 110 Volt (multi-voltase)

Pada stabilizer tertentu, memiliki fitur voltase ganda (multi-voltase) sebagai outputnya. Jadi dengan menggunakan stabilizer berfitur multi-voltase, kita dapat membuat dua jalur kabel dengan tegangan berbeda di rumah. Fitur ini berguna bagi anda yang memiliki perangkat elektronik dengan tegangan 110 Volt tanpa harus menggunakan unit pengkonversi voltase (transformer step-up step-down). Namun, sebagai konpensasi, kapasitas stabilizer harus lebih besar 50%.

Misalnya, kapasitas daya listrik terpasang sebesar 1300 Watt – 220 Volt. Kapasitas minimal daya (Watt) stabilizer untuk dapat mengakomodasi keluaran (output) multi-voltase harus 1300 / 0,5 = 2600 Watt, dikonversi kesatuan VA menjadi 3250 VA.

Rumus hitungan untuk kebutuhan penggunaan multi-voltase :

Berdasarkan kapasitas stabilizer (VA)

(3250 x 0,8) x 0,5 = 2600 x 0,5 = 1300 Watt.

Berdasarkan kapasitas listrik terpasang (Watt)

(1300 / 0,8) / 0,5 = 1625 / 0,5 = 3250 VA.

3. Input 220 Volt – Output 110 Volt (konversi voltase / transform)

Fitur meng-konversi voltase ini (biasanya) sudah termasuk dalam fitur multi-voltase. Hanya keperluan penggunaannya saja yang berbeda. Kapasitas stabilizer yang dapat digunakan untuk mengakomodasi fitur ini adalah sebesar 25%. Jadi diperlukan stabilizer berkapasitas 75% lebih besar untuk mengakomodasi fitur ini.

Misalnya, kapasitas daya listrik terpasang sebesar 900 Watt – 220 Volt (4 Ampere) hendak dikonversikan menjadi 900 Watt – 110 Volt (8 Ampere). Kapasitas minimal daya (Watt) stabilizer untuk dapat mengakomodasi keluaran (output) sebesar 110 Volt harus 900 / 0,25 = 3600 Watt, yang dikonversi ke satuan VA menjadi 3600 / 0,8 = 4500 VA.

Rumus perhitungan untuk kebutuhan meng-konversi voltase :

Berdasarkan kapasitas stabilizer (VA)

(4500 x 0,8) x 0,25 = 3600 x 0,25 = 900 Watt.

Berdasarkan kapasitas listrik terpasang (Watt)

(900 / 0,8) / 0,25 = 1125 / 0,25 = 4500 VA.

Saya kurang mengetahui bagaimana perlakuan yang harus diterapkan untuk instalasi listrik terpasang bertegangan 110 Volt. Saya hanya melihat ada perbedaan pada nilai satuan Ampere saja antara tegangan 220 Volt dengan 110 Volt.

top

Memisahkan kebutuhan voltase perangkat tertentu

Pada kasus-kasus tertentu, ada beberapa perangkat elektronik yang masih memiliki tegangan 110 Volt di rumah. Jika default / standar tegangan di rumah adalah 220 Volt, dapat digunakan satu unit stabilizer tersendiri untuk memenuhi kebutuhan daya perangkat tersebut.

Misalnya, tegangan listrik terpasang di rumah 220 Volt, anda hendak menggunakan satu unit stabilizer terpisah untuk mendukung kapasitas daya lemari es satu pintu 78 Watt – 110 Volt. Maka, kapasitas stabilizer yang dibutuhkan adalah :

(78 / 0,8) / 0,25 = 97,5 / 0,25 = 390 VA.

Jadi, diperlukan stabilizer berkapasitas minimal 390 VA untuk kebutuhan daya lemari-es 78 Watt – 110 Volt pada tegangan listrik dari 220 Volt. Nilai VA stabilizer beredar dipasaran yang lebih besar dan mendekati nilai 390 VA, adalah 500 VA. Anda tinggal membalikkan hitungannya untuk mengetahui kebenaran kapasitas stabilizer tersebut dalam mendukung daya sebesar 78 Watt – 110 Volt :

(500 x 0,8) x 0,25 = 400 x 0,25 = 100 Watt.

Jadi, output yang dihasilkan stabilizer 500 VA dapat mengakomodir pemakaian daya sebesar 100 Watt pada tegangan 110 Volt.

Apakah besar kapasitas stabilizer yang lebih kecil dari instalasi listrik terpasang tidak akan membawa dampak negatif di kemudian harinya? Dalam kondisi instalasi listrik terpasang telah dilengkapi dengan stabilizer, tindakan peng-konversi-an tegangan seperti diatas tidak akan membawa dampak negatif apapun. Saya tidak tahu bagaimana dampaknya pada instalasi listrik terpasang di rumah yang tanpa didukung dengan stabilizer.

top

Penerapan teori aturan kapasitas

Dari ketiga dasar aturan teori perhitungan kapasitas stabilizer di atas, penerapan yang pernah saya kerjakan hanya pada teori perhitungan pertama (single-voltase). Itu pun tanpa disengaja. Sampai dimana kebenaran dua teori perhitungan lainnya, saya sama sekali tidak mengetahuinya. Yang jelas, untuk kebutuhan menstabilkan listrik pada satu rumah, sebaiknya nilai kapasitas daya stabilizer yang digunakan lebih besar dari nilai kapasitas daya instalasi listrik terpasang. Dasar perhitungan teori kapasitas stabilizer di atas dapat dijadikan parameter untuk menentukan besar kapasitas stabilizer yang dibutuhkan sesuai instalasi terpasang di satu rumah. Tindakan ini, setidaknya, dapat meminimalisir kemungkinan terjadinya dampak negatif / kerusakan pada stabilizer dari akibat kekurangan cadangan kapasitas sebagaimana yang sebenarnya dibutuhkan.

top

Semoga bermanfaat !

About these ads

6 thoughts on “Cara Menghitung Kapasitas Stabilizer

  1. galau

    mo nanya pak bro…gmna solusi tuk listrik di rumah saya sring turun hngga tinggal 100v (angka jarum amper) apakah stavol mmpu beroperasi utk menghidupkan elektronik 220v (freezer dll) tlg pak solusi nya ke almt email saya.tq

  2. Aries Kurniawan

    Salam kenal, saya mau tanya listrik dirumah berdaya 900Watt dari PLN. Kalau saya pasang stabilizer 2000VA untuk kebutuhan seluruh rumah apakah cukup? untuk pemakaian normal rumah tangga pada umumnya AC,komputer,mesin cuci-lemari es-pompa air dsb nya yang diatur bergantian. Selama ini stabilizer tersebut saya pasang hanya untuk AC-Komputer-TV LED-dan Home Theatre saja.
    Terima kasih atas jawabannya.
    Rgds,
    Aries

    1. Omar Ramlee Penulis Tulisan

      Terima kasih telah mengunjungi “Listrik di Rumah”,

      Cukup, bahkan masih ada sisa 500VA (900 / 0,8 / 0,75 = 1500VA). Tidak masalah, malahan lebih baik seperti itu. Kalau pun anda tidak sengaja telah menggunakan pemakaian daya melebihi 900 Watt, MCB meteran PLN yang akan terlebih dulu “trip”.

      Salam.

  3. yoyo

    mau tanya pa…listrik di rumah saya 1300watt, saya beli stavol 5000va setelah dipasang kata orang yg pasang tidak mau ngisi. kenapa bisa seperti itu pak. apa stabilizer/stavol nya kebesaran va. apa saya harus menaikan daya listrik rumah?. trimakasih

    1. Omar Ramlee Penulis Tulisan

      Terima kasih telah mengunjungi “Listrik di Rumah”,

      Saya kurang paham mengenai pernyataan “tidak mau ngisi” dari tekhnisi yang mengerjakan pemasangan stabilizer tersebut. Setahu saya, prinsip kerja stabilizer hanya menerima, memperbaiki dan (kemudian) menyalurkan listrik saja. Tidak ada media penyimpan energi seperti baterei kering yang ada di UPS.
      Besar kapasitas stabilizer pun, setahu saya, tidak ada pengaruhnya dengan kapasitas listrik di rumah anda. Berapa pun besar kapasitas stabilizer, akan tetap berfungsi setelah inputnya tersambung dengan instalasi listrik di rumah.
      Kalau setelah pemasangan, stabilizer anda kondisinya mati total, saya rasa, memang ada masalah dengan stabilizer anda. Bukan kapasitas stabilizer mau pun listrik di rumah yang menjadi penyebabnya.

      Salam.

Komentar ditutup.